Ia menegaskan kembali bahwa tugas negara harus dijalankan dengan amanah, integritas, transparansi, serta akuntabilitas, dan harus dijauhkan dari praktik korupsi. Menurutnya, hal tersebut merupakan sebuah kehormatan sekaligus tugas yang sangat mulia.
Baca Juga: Dicecar soal Pajak, Sri Mulyani Pilih Diam dan Kabur dari Pertanyaan Mahasiswa
Dalam pernyataannya, Sri Mulyani juga menyampaikan apresiasi kepada publik yang terus memberi masukan, kritik, hingga sindiran tajam terhadap kinerjanya maupun pemerintah.
Ia menilai, suara publik menjadi bagian penting dalam proses perbaikan diri. Ia pun berterima kasih kepada seluruh elemen masyarakat, mulai dari netizen, guru, dosen, mahasiswa, media massa, pelaku UMKM, koperasi, hingga usaha besar dan para pemangku kepentingan lain yang secara konsisten memberikan masukan, kritik, sindiran, bahkan makian.
Baginya, semua bentuk respons tersebut, termasuk doa dan semangat yang disampaikan, merupakan bagian penting dalam perjalanan membangun Indonesia yang lebih baik.
Di akhir pesannya, Sri Mulyani menekankan pentingnya persatuan dalam membangun bangsa. Ia menolak cara-cara yang merusak, seperti menjarah atau menyebarkan kebencian.
Sri Mulyani juga tidak menampik bahwa masih ada banyak kekurangan dalam perjalanan panjang bangsa ini. Namun ia berkomitmen untuk terus memperbaiki.
“Kami mohon maaf, pasti masih banyak sekali kekurangan. Bismillah, kami perbaiki terus menerus. Semoga Allah SWT memberkahi dan melindungi Indonesia. Jangan pernah lelah mencintai Indonesia,” tutupnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!