SketsaNusantara.id - Kabupaten Jember merupakan daerah penghasil tembakau salah satu yang terbaik, di Jawa Timur.
Namun, akhir-akhir ini harga tembakau di petani mengalami penurunan sehingga sangat dirasakan dampaknya oleh masyarakat.
Warga Kecamatan Ambulu Ansori mengatakan, tembakau menjadi tanaman musiman yang sering ditanam saat musim kemarau datang, tapi ada permasalahan terkait harga jualnya.
"Sekarang ini kisaran jualnya bisa Rp3,5 juta-Rp4,5 juta kalau daun tengahnya, kalau dihitung perkilo ketemunya cuma Rp35 ribu-Rp45 ribu saja," ujarnya saat reses di Ambulu, Sabtu 30 Agustus 2025.
Ia menyampaikan, seharusnya harga tembakau yang stabil di antara harga Rp7 ribu perkilonya.
"Sehingga bisa sekitar Rp7 juta yang didapatkan petani," imbuhnya.
Maka dari itu menurutnya, harus ada standart yang jelas terkait harga tembakau dari petani sehingga tidak sampai merugi.
"Kami ingin bisa disuarakan bahwa patokan yang pas dalam membeli tembakau petani," pungkasnya.
Menanggapi hal tersebut legislator Gerindra DPRD Jember Edo Rahmanta Ersu Putra mengungkapkan persoalan pertanian ini menjadi konsen pemerintah saat ini.
"Mulai dari pupuk, saluran irigasi, hingga berbagai kebutuhan alat juga sudah diberikan untuk menunjang ketahanan pangan di Jember," paparnya.
Melihat kondisi harga tembakau saat ini yang sangat anjlok, Edo menerangkan jika akan membawa aspirasinya ke DPRD Jember untuk bisa ada solusi bagi petani.