SketsaNusantara.id - Insiden tragis yang menewaskan seorang pengemudi ojek online dalam aksi demo di sekitar Gedung DPR RI masih menyisakan luka mendalam bagi masyarakat Indonesia.
Peristiwa tersebut terjadi setelah kendaraan taktis (rantis) milik Brimob Polda Metro Jaya melaju kencang dan menabrak massa, hingga mengakibatkan korban meninggal dunia.
Kabar nahas ini sontak memicu gelombang besar reaksi di media sosial, dari warganet hingga publik figur ternama.
Salah satu yang angkat suara adalah Jerome Polin, seorang konten kreator edukasi matematika sekaligus pendiri Mantappu Academy.
Baca Juga: Mantappu Corp Rayakan Ulang Tahun ke-4 di Labuan Bajo, Jerome Polin Ungkap Harapan Besar
Dilansir SketsaNusantara.id dari akun Instagram pribadinya @jeromepolin, Jerome menuliskan pernyataan tegas mengenai kondisi yang terjadi di lapangan.
Ia menekankan bahwa saat ini bukan lagi waktunya untuk diam atau bersikap apatis terhadap berbagai ketidakadilan yang terjadi.
Jerome berusaha mengingatkan bahwa kesulitan yang dialami rakyat saat ini seharusnya mendapat perhatian serius, dan tuntutan mereka untuk mendapatkan keadilan adalah sesuatu yang sah serta tidak bisa diabaikan.
Baca Juga: Jerome Polin Soroti Akar Masalah Pendidikan Indonesia dengan Menekankan Kesejahteraan Guru
Dalam slide postingan yang diunggah, Jerome menyampaikan kritik keras terhadap kondisi yang ia sebut sangat ironis.
“Rakyat ditabrak pake mobil yang dibelinya pake uang pajak rakyat. Rakyat yang ingin menuntut HAK dan menyampaikan aspirasi ditindas oleh pihak yang gajinya dari uang pajak rakyat. Wakil rakyat yang harusnya mendengarkan keluhan rakyat malah WFH di hari demo. Malah ngatain rakyat ‘tolol’. Malah semena-mena. Ironis.. sedih sekali,” isi dari unggahannya.
Lebih jauh, unggahan Jerome juga menyinggung tentang ironi peran wakil rakyat yang dinilai abai terhadap aspirasi masyarakat.