news

Dilaporkan Anak Sendiri Atas Pemukulan, Terbongkar Kontroversi Lama Ustadz Kondang Evie Effendi di Masa Lalu Terkait Penistaan Agama

Jumat, 29 Agustus 2025 | 06:00 WIB
Sosok ustadz Evie Effendi (X @Handikarahayau1)

SketsaNusantara.id - Ustadz Evie Effendi, seorang pendakwah kondang asal Bandung, dilaporkan oleh anaknya sendiri NAT yang masih berusia 19 tahun saat meminta nafkah untuk dirinya dan adik-adiknya.

NAT melaporkan telah mengalami pemukulan oleh ayah kandungnya sendiri, ibu tiri bahkan paman dan neneknya hingga alami lebam-lebam dan pingsan hingga akhirnya ibu kandungnya mendorongnya untuk melaporkan sang ayah.

Laporan ini diajukan ke Polrestabes Bandung pada 4 Juli 2025 yang lalu dan kini permasalah hukumnya sedang ditangani kepolisian.

Baca Juga: Ustad Kondang EE Diduga Aniaya Anak Kandung, Dipicu Permintaan Nafkah Berakhir Dikeroyok dan Dipukuli

Rupanya kontroversi terhadap ustad Evie Effendi bukan hanya sekali ini saja sebab sebelumnya ia pernah tersandung kontroversi.

Pada tahun 2018, Evie Effendi dilaporkan ke Polda Jawa Barat atas dugaan penistaan agama. 

Kontroversi tersebut terkait dengan salah satu ceramahnya yang menyinggung Nabi Muhammad dan perayaan Maulid Nabi dilansir dari SketsaNusantara.id dikutip dari kanal YouTube Kapten Majlis.

Baca Juga: Wagub DKI Jakarta Rano Karno Menghadiri Forum Bisnis di Istanbul Turki: ‘Alhamdulillah, Dapat Investasi Senilai Rp21 Triliun’

Peristiwa ucapan kontroversi Ustadz Evie Effendi tersebut terjadi pada pertengahan tahun 2018, dimana saat itu beredar sebuah video ceramahnya yang viral di media sosial. 

Dalam video tersebut, Evie Effendi menginterpretasikan Surat Ad-Dhuha ayat 7, di mana ia menerjemahkan kata 'dhallan' sebagai 'sesat'.

Berdasarkan interpretasi tersebut, ia menyebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW juga termasuk dalam kategori "sesat" sebelum diangkat menjadi nabi dan menerima petunjuk dari Allah. 

Baca Juga: 7 Ucapan Ultah Kocak untuk Sri Mulyani yang ke-63 dari Dosen ASN: ‘Ultahmu Dirayakan, Hak Dosen Dilupakan’

Ia juga menyebutkan jika orang-orang yang merayakan kelahiran Nabi dengan Maulid Nabi berarti juga merayakan kesesatan.

Pernyataan ini sontak memicu reaksi keras dari berbagai kalangan, termasuk organisasi keagamaan seperti Nahdlatul Ulama (NU). 

Halaman:

Tags

Terkini