SketsaNusantara.id - Ditengah demo rakyat desak bubarkan DPR RI pada 25 Agustus 2025, rupanya DPR sedang melakukan agenda tersendiri.
Hal itu dikonfirmasi oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dari Istana Negara.
Namun, alih-alih memberikan tanggapan langsung mengenai tuntutan massa diluar gerbang DPR RI, Mensesneg menyatakan bahwa Istana Kepresidenan belum memonitor secara utuh jalannya unjuk rasa.
Baca Juga: Sebagai Simbol Kebebasan dan Perlawanan, Bendera One Piece Berkibar di Unjuk Rasa Gedung DPR RI
Seperti dilansir dari SketsaNusantara.id dikutip dari kanal YouTube Liputan6, Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pada 25 Agustus 2025, saat ini fokus utama pemerintah dan Presiden Prabowo Subianto adalah pada acara penganugerahan Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan di Istana Negara, Jakarta.
Penghargaan ini menurut Prasetyo Hadi diberikan kepada tokoh-tokoh yang dianggap berjasa bagi bangsa dan negara.
"Bapak presiden beranggapan bahwa memberikan tanda kehormatan pada putra putri terbaik bangsa adalah sesuatu yang harus dijadikan semacam tradisi," ungkap Prasetyo Hadi.
"Kita belum monitor demo, kita lagi konsentrasi memberikan penghormatan kepada beliau-beliau yang betul-betul berjasa bagi bangsa dan negara." Imbuhnya dengan singkat.
Selanjutnya ia mengungkapkan lebih jauh siapa saja dan mengapa presiden Prabowo memberikan penghargaan kepada sejumlah anggota Kabinet Merah Putih atas kinerjanya.
Pernyataan Mensesneg tersebut tidak secara langsung menanggapi tuntutan pembubaran DPR atau isu kenaikan tunjangan yang menjadi pemicu demo.
Baca Juga: Puan Maharani Janji Terima Aspirasi Rakyat, Netizen Soroti Gerbang DPR yang Tertutup
Responsnya lebih bersifat diplomatis dan mengarahkan perhatian pada kegiatan yang sedang berlangsung di Istana.
"Miris sekali istana pun gak peduli dengan rakyatnya," tulis @fra***.