Minggu, 19 Juli 2026

Yenny Wahid Sindir Aksi Joget DPR di Tengah Kondisi Sulit Rakyat: 'Mari Tahan Diri'

Photo Author
Endang Hartatik, Sketsa Nusantara
- Minggu, 24 Agustus 2025 | 18:30 WIB
Yenny Wahid putri Gus Dur (Instagram @yennywahid)
Yenny Wahid putri Gus Dur (Instagram @yennywahid)

SketsaNusantara.id – Aksi joget anggota DPR pada Sidang Tahunan 15 Agustus 2025 menuai sorotan publik. Kritik datang dari berbagai kalangan, termasuk Yenny Wahid, putri sulung Presiden ke-4 RI, Gus Dur.

Menurut Yenny, tindakan joget para wakil rakyat di tengah situasi ekonomi yang sulit membuat publik merasa para pejabat tidak peka terhadap penderitaan masyarakat.

“Joget itu mungkin hanya spontanitas, mungkin karena ada musik yang riang,” ujar Yenny Wahid dalam pernyataannya yang dikutip dari kanal YouTube Cumicumi.

Baca Juga: Akun Instagram Adies Kadir Mendadak Di-private Usai Pernyataannya Soal Tunjangan Rumah Anggota DPR Rp50 Juta Disorot

“Tetapi mudah sekali disorot negatif karena masyarakat merasa ini berjoget di tengah penderitaan mereka,” imbuhnya.

Yenny menilai perilaku tersebut dapat dianggap sebagai bentuk ketidakpekaan wakil rakyat terhadap situasi kebatinan masyarakat yang sedang kesusahan.

“Harga kebutuhan pokok masih tinggi, pengangguran masih besar, korupsi masih menjadi masalah,” tegasnya.

Baca Juga: Ketua Komisi III DPR Habiburokhman Desak Polda Metro Jaya Segera Tuntaskan Kasus Kepala Cabang BRI Cempaka Putih

Ia menyarankan agar pejabat lebih menahan diri dalam mengekspresikan kebahagiaan secara demonstratif. “Kalau dengar musik, saya juga mungkin ingin joget, tapi tentu kita tak perlu berlebihan,” katanya.

Selain menyoroti aksi joget DPR, Yenny juga menyinggung soal fasilitas dan kenaikan gaji pejabat. Menurutnya, pemerintah seharusnya tidak menghambur-hamburkan anggaran di tengah kondisi rakyat yang sulit.

“Uang rakyat harus dikembalikan ke rakyat. Banyak sektor, seperti UMKM, yang masih membutuhkan dukungan,” ungkapnya.

Ia mengingatkan agar semua unsur pemerintahan, legislatif, eksekutif, dan yudikatif lebih mendengar suara rakyat. “Jangan sampai pajak dinaikkan, tapi rakyat tidak mendapatkan layanan apa-apa,” pungkasnya.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X