SketsaNusantara.id - Puncak peringatan HUT RI ke 80 di Desa Jatipelem, Kecamatan Diwek, Jombang ditandai dengan dilaksanakannya kirab budaya dan ajang kreativitas warga setempat, Minggu 24 Agustus 2025.
Para peserta pawai juga memperkenalkan berbagai budaya yang ada di lndonesia. Tidak hanya budaya dari suku Jawa. Tapi juga dari Borneo, Madura, Papua, Betawi, Bali dan sebagainya.
Meski di tingkat desa, karnaval tersebut terlihat meriah. Tak tanggung-tanggung, ada 4 kelompok drumband dari sekolah yang ada di Desa Jatipelem. Peserta lainnya yakni; kader PKK, dan sejumlah peserta lain yang berasal dari RT/RW. "Total ada 22 kelompok yang mengikuti karnaval ini. Masing-masing group terdiri dari 50 orang peserta," ujar Kepala Desa Jatipelem Parjono.
Baca Juga: Yenny Wahid Sindir Aksi Joget DPR di Tengah Kondisi Sulit Rakyat: 'Mari Tahan Diri'
Pawai berjalan kaki itu dimulai dari gapura di Dusun Jaten. Rute berikutnya yakni pos mushola Ar Rhokiban, musala Alhimah, SDN Jatipelem 1, SDN Jatipelem 2, pasar Desa Jatipelem. Rombongan peserta karnaval berakhir di mushola Al Hikmah.
Ribuan warga tampak memadati jalur karnaval sejak pagi hari. Mereka tampak menikmati ratusan peserta dari berbagai kalangan yang mengenakan kostum khas budaya. Tentu lengkap dengan atribut kemerdekaan.
Di sepanjang rute, sorak-sorai penonton mengiringi langkah peserta. Ini menciptakan suasana penuh semangat kemerdekaan.
Menurut Parjono, karnaval kali ini memilih tema budaya Nusantara. "Mereka menampilkan keanekaragaman budaya Indonesia yang dikemas dalam gelaran parade seni gerak dan tari kontemporer dengan sentuhan kreativitas warga," terang Parjono.
Baca Juga: Immanuel Ebenezer Harapkan Amnesti dari Prabowo Subianto, Komisaris KPK: Itu Tidak Layak!
Sementara, Ketua Pelaksana Karnaval Nurul Muji Zatul Halisa menjelaskan, karnaval ini menjadi ajang untuk promosi bagi rumah batik atau pengrajin batik di Jatipelem.
"Di mana desain-desain batik orisinil Jatipelem ditampilkan. Tercatat ada 7 rumah batik asli Jatipelem terlibat dalam kegiatan ini. Tidak hanya itu, salah satu peserta karnaval adalah penampilan evoteknologi yang penciptanya merupakan warga Desa Jatipelem," tandas dia.
Diketahui, evoteknologi merupakan usaha jasa yang berfokus pada pembuatan perangkat keras elektronik dan perangkat lunak. Termasuk produk seperti alat monitor energi berbasis IoT dan alat pemutar murottal otomatis untuk masjid atau mushola.
Pelaksanaan karnaval tersebut membuat kesan tersendiri bagi salah satu kelompok.