"Ada tantangan tersendiri, yakni keterbatasan waktu dan biaya. Karena tema ditentukan pada awal bulan Agustus. Jadi dengan waktu yang singkat harus bisa membuat konsep dan performa yang semirip mungkin dengan adat masyarakat Borneo," ujar Siti Qomariah, salah satu ketua kelompok karnaval.
Namun, dengan tekat dan kerjasama yang kompak ia mampu menampilan adat masyarakat Borneo yang ditampilkan oleh kelompoknya.
"Meski persiapan kami terbilang singkat dan hanya belajar melalui youtube, alhamdulillah kami dapat menampilkan tarian-tarian Borneo dengan maksimal kemampuan kelompok kami. Seperti menghias mobil dengan konsep rumah Borneo, meskipun tidak seratus persen mirip," pungkas dia.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di Sini
Artikel Terkait
Didukung BRI, Batik Colet Asal Jombang Tembus Pasar Internasional
Memukau, Warga Desa di Nganjuk Gelar Pawai Budaya Peringati HUT RI ke 80
Ikuti Jalan Sehat, Warga di Jombang Kenakan Kostum Berbagai Adat dan Cosplay Uang Kertas