Ia menilai kepemimpinan Khofifah telah membawa banyak kemajuan yang nyata bagi masyarakat.
“Kepemimpinan Ibu Khofifah terbukti membawa manfaat nyata bagi Jawa Timur. Maka sudah seharusnya kita terus mendukung beliau agar pembangunan berjalan lebih optimal,” tambahnya.
Dengan ekonomi yang tumbuh lebih baik dari nasional, Ning Lia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menebar optimisme.
Menurutnya, peluang investasi serta peningkatan kualitas sumber daya manusia perlu dimanfaatkan untuk membangun masa depan yang lebih sejahtera.
“Mari jadikan capaian ini sebagai energi bersama untuk membangun Jawa Timur yang berdaya saing tinggi dan semakin makmur,” pungkasnya.
Deputi Kepala BI Jatim, M. Noor Nugroho, menambahkan bahwa keberhasilan ini juga didukung iklim politik dan ekonomi yang stabil.
Dari sisi fiskal, Pemerinta Provinsi Jatim mengalokasikan belanja modal sebesar Rp1,08 triliun di semester I/2025.
Dana tersebut difokuskan pada pembangunan pelabuhan, bandara, dan infrastruktur jalan untuk memperkuat konektivitas serta menurunkan biaya logistik.
“Pergeseran aliran modal dari Amerika Serikat ke negara dengan stabilitas politik-ekonomi yang baik menjadi peluang besar bagi Jawa Timur,” jelasnya.
Dari sisi jasa keuangan, perkembangan positif juga terlihat. OJK Jatim mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp66,73 triliun, terbesar kedua di Indonesia.
Selain itu, ada 25 emiten dengan nilai penawaran umum Rp14,7 triliun.
LPS pun menjamin 99,95 persen rekening simpanan masyarakat di Jatim, yang menunjukkan kepercayaan publik terhadap perbankan terus meningkat.
“Indeks menabung konsumen menguat, menunjukkan optimisme dan kepercayaan masyarakat terus membaik,” imbuhnya.***