news

Anggaran Pendidikan dan Kesehatan Naik di RAPBN 2026, Sri Mulyani Tegaskan Komitmen Pemerintah untuk Rakyat

Jumat, 22 Agustus 2025 | 17:00 WIB
Potret Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani saat Rapat Kerja Badan Anggaran (Banggar) DPR RI. (Instagram/smindrawati)

SketsaNusantara.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI menggelar rapat kerja pada Kamis, 21 Agustus 2025.

Rapat Banggar tersebut jadi sorotan usai pemerintah memaparkan sejumlah peningkatan anggaran strategis dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026.

Lewat Instagramnya, Sri Mulyani membeberkan hasil rapat tersebut, bahwa RAPBN 2026 disusun dengan mempertimbangkan tantangan global seperti ketidakpastian ekonomi, geopolitik, serta kebutuhan menjaga stabilitas domestik.

Baca Juga: Guru Beban Negara? Sri Mulyani Jadi Korban Deepfake AI, Pengamat Beri Tips Masyarakat Agar Tak Termakan Berita Hoax

Pemerintah menegaskan fokus utama RAPBN kali ini ada pada penguatan pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, hingga energi.

“Belanja pemerintah pusat akan mencapai Rp3.136,5 triliun, dengan fokus pada belanja yang berkualitas dan mendukung keberlanjutan pembangunan,” jelas Sri Mulyani dikutip SketsaNusantara.id dari Instagram pribadinya @smindrawati.

Dalam paparannya, Sri Mulyani menekankan beberapa sektor vital yang mendapatkan alokasi lebih besar dibanding tahun sebelumnya.

Baca Juga: 4 Poin Klarifikasi Sri Mulyani, Bantah Sebut 'Guru Beban Negara' hingga Minta Publik untuk Lebih Bijak dalam Bermedia Sosial

Dalam unggahannya, Sri Mulyani menegaskan bahwa pemerintah memberikan perhatian lebih pada sejumlah sektor vital dalam RAPBN 2026.

Ia menyebutkan bahwa anggaran pendidikan ditargetkan mencapai Rp 657,8 triliun atau meningkat 9,8% dibandingkan tahun sebelumnya.

"Anggaran pendidikan mencapai Rp757,8 triliun (naik 9,8% dari tahun sebelumnya)," tegas Sri Mulyani. 

Sektor kesehatan memperoleh alokasi signifikan sebesar Rp 244 triliun, atau naik 15,8% dibandingkan tahun sebelumnya, yang ditujukan untuk memperkuat layanan kesehatan nasional.

Baca Juga: Hoaks! Heboh Beredar Video Sri Mulyani Sebut 'Guru Adalah Beban Negara', Ternyata Hasil Rekayasa Deepfake AI? Begini Faktanya

Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan Rp164,4 triliun bagi ketahanan pangan guna menjaga ketersediaan bahan pokok, serta Rp 402,4 triliun untuk ketahanan energi yang diarahkan pada transisi energi dan stabilitas pasokan nasional.

Halaman:

Tags

Terkini