news

Detik-detik Mencekam! KA Commuter Line Jenggala Gagal Berhenti di Stasiun Sidoarjo, Penumpang Panik

Kamis, 21 Agustus 2025 | 10:30 WIB
KA Commuter Line Jenggala setelah berhasil berhenti. (X/keponakannnn)
 
SketsaNusantara.id - Perjalanan Kereta Api (KA) Commuter Line Jenggala 471A relasi Surabaya Pasar Turi – Sidoarjo pada Selasa malam, 19 Agustus 2025, berubah menjadi pengalaman mencekam bagi para penumpangnya.

Kereta yang seharusnya berhenti di Stasiun Sidoarjo pukul 19.14 WIB justru gagal berhenti dan terus melaju kencang hingga akhirnya berhenti darurat di kilometer 28+1 petak Sidoarjo–Tanggulangin, tepatnya di Desa Sugihwaras, Kecamatan Candi.

Dilansir SketsaNusantara.id dari unggahan seorang penumpang melalui akun X @keponakannnn, yang menceritakan secara detail detik-detik menegangkan di dalam kereta.
 
Baca Juga: Rencana Hibah 47 Hektar Lahan, Pansus Aset DPRD Jember Konsultasikan ke Biro Hukum Pemprov Jatim: Ini Bentuk Kehati-hatian

Dalam ceritanya, penumpang tersebut awalnya merencanakan untuk naik KA Penataran pukul 17.52 WIB dari Stasiun Gubeng.

Namun, karena hujan deras dan jalanan padat, ia khawatir terlambat dan akhirnya memutuskan membeli tiket KA Commuter Line Jenggala pukul 18.18 WIB.

“Bagusnya, sekarang semua jadwal kereta dari KAI hampir tidak pernah ada yang terlambat. Semuanya on time. Begitu pula komuter line yang aku naiki semalam mulai bergerak ketika jam menunjukkan angka 18:18,” tulisnya.
 
Baca Juga: Apa Itu Sesar Baribis? Mengenal Sesar Penyebab Gempa Bekasi 4,9 M, Terpanjang di Pulau Jawa hingga Asal Usul Namanya

Selama perjalanan, kereta berjalan normal tanpa kendala. Dari Stasiun Wonokromo hingga Gedangan, kereta berhenti sesuai jadwal, dan tidak ada tanda-tanda masalah. Semua tampak berjalan lancar—hingga akhirnya kereta mendekati Stasiun Sidoarjo, stasiun tujuan akhir.

Saat pengumuman bahwa kereta akan tiba di Sidoarjo, banyak penumpang mulai bersiap turun, bahkan sudah memesan taksi online. Namun tiba-tiba, lampu di dalam gerbong berkedip beberapa kali lalu mati total.

Awalnya, penumpang mengira hal itu tidak serius. Namun yang terjadi justru sebaliknya—kereta tidak melambat meski sudah memasuki area stasiun, bahkan kecepatannya bertambah.
 
Baca Juga: Kasus BLBI Kembali Jadi Sorotan, Saham BCA Dilepas Rp10 Triliun ke Farallon, Benarkah Negara Rugi Besar?

“Mungkin rem juga ada hubungannya dengan kelistrikan, hingga ketika kereta sudah memasuki stasiun Sidoarjo, kecepatan malah bertambah! Kereta melewati jalur switch dengan kecepatan yang cukup tinggi, hingga yang terasa di dalam gerbong adalah kereta seperti mau terguling,” tulis @keponakannnn.

Kondisi itu membuat penumpang panik. Suasana semakin mencekam ketika petugas keamanan meminta penumpang untuk segera pindah ke gerbong belakang.

Dalam kondisi gelap, dengan kereta yang terus melaju, penumpang berdesakan menuju gerbong belakang. Beberapa orang berteriak menyebut nama Tuhan, ada yang menangis, sementara sebagian lainnya menelpon keluarga.
 
Baca Juga: Harga Beras Nasional Mulai Turun, Mendag Budi Ungkap Penyebab Kenaikan dan Langkah Percepatan Distribusi

“Aku duduk terdiam di kursi prioritas dekat pintu sambungan gerbong. Lemas, cuma bisa baca syahadat,” tulisnya. Ia bahkan harus meninggalkan koper karena tidak mungkin dibawa dalam kondisi panik.

Seorang penumpang terdengar memohon kepada petugas, “Pak, bisa berhenti kan? Tolong Pak, bisa berhenti?” Suara-suara penuh kecemasan bersahutan di dalam gerbong.

Sekitar tiga kilometer melewati Stasiun Sidoarjo, kereta mulai melambat. Hingga akhirnya, KA Jenggala berhenti darurat di Desa Sugihwaras, Kecamatan Candi, sekitar 3,4 km dari Stasiun Sidoarjo.

Meski berhenti, pintu kereta sempat sulit dibuka karena kelistrikan padam. Penumpang hanya bisa menunggu dengan cemas. Untungnya, lokasi berhenti darurat berada di dekat pemukiman warga, bukan di tengah sawah atau jembatan yang berisiko tinggi.

Setelah menunggu hampir 40 menit dari jadwal seharusnya tiba, pintu akhirnya bisa dibuka dan penumpang dievakuasi keluar satu per satu. Rasa lega bercampur gemetar menyelimuti mereka yang baru saja mengalami momen mencekam.

“Akhirnya satu per satu penumpang turun dari gerbong. Lega. Walau masih gemeteran, senang kami selamat,” tulis @keponakannnn.

Bagi penumpang, pengalaman ini akan sulit dilupakan. Banyak dari mereka yang masih merasa trauma, bahkan ragu untuk kembali menggunakan Commuter Line dalam waktu dekat. Namun satu hal yang pasti, rasa syukur karena masih selamat begitu kuat dirasakan malam itu.***
 
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
 

Tags

Terkini