Ada pula yang berkomentar singkat penuh sindiran, “Gampang banget tu cangkem,” ujar @dilla_almeta.
Netizen lain mengkritik tajam dengan menyinggung peran DPR, “Lu kalau kreatif jangan jadi anggota DPR makan uang rakyat, jadi pengusaha aja. Atau lu jadi anggota DPR biar jadi pengusaha dan memanfaatkan kebijakan buat keruk uang rakyat,” kata @satya_agus08.
Tak berhenti di situ, komentar soal kesejahteraan rakyat juga mengemuka. “Gaji naik, ngomong apapun rasa-nya enteng aja,” tulis @yepel17.
Sementara itu, pengguna akun @ariffahkmad menilai pernyataan tersebut tidak relevan, “Yang dibilangnya tidak penting, skip.”
Ada juga yang menyoroti aturan hukum dan perizinan usaha. “Urus itu ormasnya, lalu izin usaha dipermudah. Perbaiki aturan hukum. Oke buat bangun usaha. Tapi kalau gajuga, skip dulu,” ungkap @alfredo_o0g.
Di sisi lain, komentar satir juga muncul, seperti yang ditulis @rezayn_xvi dengan menyematkan gambar bertuliskan, “Dari mana duitnya?!”
Pernyataan Rahayu sebenarnya mencerminkan dorongan positif agar anak muda tidak terjebak pada pola pikir lama. Namun, realita di lapangan tidak semudah yang dibayangkan.
Tingginya biaya hidup, terbatasnya akses modal, serta sulitnya regulasi perizinan masih menjadi tantangan besar bagi para calon wirausaha muda.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!