Semasa kecil, Husein belajar pendidikan dasar di Europeesche Lagere School.
Di saat bersamaan, ia juga mempelajari Al Quran hingga pernah belajar agama pada Kyai Saleh.
Husein lalu melanjutkan pendidik menengah pertamanya di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs atau MULO B tahun 1934.
Baca Juga: 7 Fakta Epik di Balik 17 Agustus 1945 yang Punya Makna Besar untuk Bangsa
Sementara masa SMA-nya ia tempuh di Algemene Middlebare School (AMS) di Yogyakarta.
Husein juga menjadi salah satu pemuda beruntung yang kala itu bisa melanjutkan studinya hingga ke bangku perkuliahan.
Ia mengambil jurusan Hukum di Universittas Gadjah Mada meski setahun kemudian ia memilih berhenti kuliah dan bergabung dalam gerakan revolusi.
Karier Husein Mutahar, Seorang Patriot dan Seniman
Husein Mutahar memiliki banyak bakat, termasuk berbicara dalam 6 bahasa dan menciptakan lagu.
Ia cukup produktif menciptakan lagu-lagu Nasional, seperti Dari Sabang Sampai Merauke, Lagu Merdeka dan Syukur.
Sebelum Indonesia merdeka, Husein memiliki banyak kontribusi dalam sejarah Indonesia, salah satunya sebagai sosok yang berhasil ‘menyelamatkan’ bendera pusaka saat ibukota Indonesia pindah ke Yogyakarta.
Sedangkan di pemerintahan, ia pernah menduduki sejumlah jabatan strategis, mulai dari Sekretaris Panglima Perang Angkatan Laut tahun 1945, ajudan presiden hingga Duta Besar Indonesia untuk Vatikan.
Pada masa orde baru tepatnya tahun 1974, ia dipercaya menjadi Pejabat Sekretaris Jenderal Departemen Luar Negeri.
Husein yang menghebuskan nafas terakhir pada 9 Juni 2004 ini dimakamkan di Pemakaman Jeruk Purut, Jakarta Selatan.