SketsaNusantara.id - Indonesia Financial Group (IFG), holding BUMN di bidang asuransi, penjaminan, dan investasi yang merupakan bagian Danantara, kembali menggelar program tahunan Kindness to Progress.
Program ini telah menjadi motor penggerak perubahan sosial di berbagai daerah sejak pertama kali dilaksanakan.
Tidak sekadar program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Kindness to Progress memadukan budaya perusahaan dengan aksi nyata di lapangan.
Kegiatan ini juga menggerakkan karyawan IFG untuk membangun kemandirian desa berdasarkan potensi lokal yang dimiliki masyarakat.
Inisiatif ini menjadi bentuk kontribusi IFG dalam memperkuat fondasi menuju Indonesia Emas 2045. Program tersebut selaras dengan Asta Cita ke-3, ke-4, dan ke-6. “Program Kindness to Progress memberikan ruang bagi insan IFG untuk menerjemahkan nilai-nilai AKHLAK ke dalam aksi nyata,” kata Direktur SDM IFG, Rizal Ariansyah.
Tahun ini, Kindness to Progress melibatkan 25 karyawan terpilih dari IFG dan 10 anggota holding sebagai Kindness Rangers. Mereka akan melaksanakan sejumlah proyek sosial di Desa Ngabab, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Desa tersebut menjadi lokasi intervensi program pada tahun 2025.
Sebelumnya, IFG telah mengimplementasikan program ini di Desa Sumberejo, Kabupaten Magelang pada 2022–2023 dan di Desa Lembang, Kabupaten Bandung Barat pada 2024.
Sebagai tahap awal, para Kindness Rangers mengikuti workshop di kantor pusat IFG pada 5–6 Agustus 2025. Kegiatan ini diisi oleh dua narasumber utama, yaitu Ivan Ahda selaku Impact Consultant dan Dinar A. Hadi sebagai Leadership Trainer.
Materi yang dibawakan mencakup Design Thinking for Social Innovation dan The Power of Adaptability.
Selain pembekalan materi, workshop juga meliputi identifikasi masalah dan perancangan proyek sosial. Beberapa alumni program tahun-tahun sebelumnya turut hadir berbagi pengalaman untuk memperkuat motivasi peserta.
Dikutip SketsaNusantara.id dari kebudayaan.kemdikbud.go.id pada 11 Agustus 2025, hasil workshop menghasilkan empat proyek sosial yang akan dilaksanakan di Desa Ngabab. Sasaran penerima manfaat meliputi Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Kelompok PKK, Karang Taruna, dan BUMDes setempat.