KNKT menyebut salah satu bahaya yang kerap menjadi sumber bahaya terbesar adalah instalasi perangkat sound system yang tak sesuai standar otomotif.
Instalasi sembarangan bisa memicu terjadinya korsleting listrik dan berpotensi terjadinya kebakaran pada truk.
"Banyak pemilik truk perorangan tidak memahami standar otomotif yang benar dalam instalasi sound system," kata Penyelidik Senior KNKT, Ahmad Wildan, dalam diskusi di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 di Tangerang.
"Hal yang paling berbahaya ketika menggunakan material tidak standar (SNI), instalasi tidak standar, bahkan dari sumber listriknya juga jumper sembarangan. Ini rawan korsleting dan kebakaran," ujarnya.
KNKT menyoroti penggunaan jumper kabel dan instalasi tak sesuai standar yang dapat merusak sistem kelistrikan kendaraan sehingga membuat komponen penting kendaraan tidak berfungsi dengan baik.
Tak hanya itu, truk bermuatan sound horeg juga bisa mengancam keselamatan orang lain. Hal ini dikarenakan adanya penambahan perangkat audio sistem rakitan yang bisa mempengaruhi kestabilan truk saat melaju di jalan raya.
Baca Juga: Problematika ODOL di Jember Rusak Ratusan Akses Jalan, Hendy Siswanto: Masyarakat Perlu Diingatkan
KNKT juga menilai banyaknya truk Sound Horeg yang kemungkinan beroperasi tanpa melewati tahap inspeksi dan tidak memiliki sertifikasi keselamatan. Kondisi ini sangat beresiko dan meningkatkan kekhawatiran pengguna jalan lainnya.
Selain mengganggu ketertiban umum, sound horeg juga meningkatkan potensi kecelakaan. Gangguan visibilitas, muatan berlebih, dan sistem kelistrikan yang tidak aman bisa memicu kecelakaan, bahkan kebakaran akibat korsleting.
Namun, bukan hal mudah untuk bisa menertibkan truk bermuatan sound horeg lantaran kendaraan yang digunakan adalah milik perorangan, bukan perusahaan.
"Kesulitan sosialisasi tentang bahaya (truk sound horeg) ini memang agak sulit karena truk individual, kalau milik perusahaan, lebih mudah karena bisa langsung melalui manajemen," tutur Wildan.
"Oleh karena itu, kami sedang mencari cara pendekatannya untuk mencari jalan keluar terbaik," pungkasnya.
Fenomena sound horeg semakin menjadi sorotan. Pemutaran musik dengan volume suara yang sangat keras, ditambah dentuman bass kuat, menyebabkan getaran hingga merusak rumah warga di sekitar lokasi acara.