SketsaNusantara.id - Bupati Pati, Sudewo menanggapi aksi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pati yang mengangkut donasi air kemasan untuk demonstrasi penolakan kenaikan PBB yang dikabarkan akan digelar pada 13 Agustus 2025 nanti.
Dalam pernyataannya pada Rabu, 6 Agustus 2025, Sudewo menjelaskan alasan Satpol PP mengangkut berdus-dus air mineral hasil donasi untuk aksi demo 13 Agustus 2025 nanti.
Sudewo menjelaskan bahwa tindakan tersebut dilakukan lantaran aksi pengumpulan donasi air mineral tersebut menggangu persiapan perayaan HUT Kabupaten Pati yang jatuh pada hari ini, Rabu 7 Agustus 2025.
“Yang kemarin ditertibkan itu karena besok akan prosesi kirab, boyongan dan dia berada satu tempat yang menggangu itu,” terangnya sebagaimana dikutip SketsaNusantara.id dari akun X @Jateng_twit.
Sudewo juga menekankan, saat melakukan pengangkutan air kemasan hasil donasi warga, tidak ada aksi anarkis.
“Dari pihak pemerintah, Satpol PP nggak melakukan anarkis, tidak melakukan kekerasan sama sekali,” tegasnya.
Sebelumnya, insiden yang viral di media sosial ini bermula dari penyitaan donasi berupa air kemasan yang dilakukan Satpol PP Pati.
Pada Selasa siang, 5 Agustus 2025, petugas Satpol PP mengangkuat puluhan dus air mineral hasil donasi yang dikumpulkan sejak 1 Agustus 2025.
“Petugas satpol PP tampak mengangkut donasi air mineral yang dikumpukan warga untuk mendukung aksi demonstrasi pada 13 Agustus mendatang,” tulis akun Instagram @patisakpore.
Sempat terjadi kericuhan, di mana massa yang kesal kemudian mencoba merebut kembali barang-barang hasil donasi dari truk Satpol PP.