Selain itu, dinamika atmosfer dan laut dapat mengubah momentum sehingga ikut mempengaruhi peegerakan rotasi bumi.
Para ilmuwan juga mengamati bahwa rotasi bumi dipengaruhi oleh interaksi gravitasi dengan bulan dan matahari.
Posisi Bulan yang jauh dari garis khatulistiwa pada 5 Agustus 2025 mengurangi tarikan gravitasinya, sehingga membuat Bumi berputar lebih cepat.
Menariknya, salah satu penyebab bumi bisa berotasi lebih cepat karema ada perubahan permukaan bumi akibat perubahan iklim.
Siapan sangka, mencairnya es di Antratika bisa membuat bumi berotasi lebih cepat.
Baca Juga: Nyaris Punah Ditelan Zaman, Beginilah Ritual Tradisional Jawa Menjaga dan Merawat Bumi
Kenaikan permukaan laut akibat perubahan iklim juga memengaruhi distribusi massa Bumi yang mempengaruhi momentum rotasi bumi meski efek yang dihasilkan lebih kecil.
Meski perubahan durasi waktu hanya sepersekian milidetik, dampaknya bisa dirasakan cukup signifikan.
Fenomena hari terpendek ini juga menjadi pengingat bahwa Bumi terus mengalami perubahan yang ikut berpengaruh terhadap kehidupan manusia.
Fenomena unik ini juga membuka diskusi publik sekaligus menjadi peringatan, mengingat perubahan iklim juga bisa menjadi salah satu penyebab Bumi berputar lebih cepat dan mempengaruhi keseimbangan planet ini.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!