SketsaNusantara.id - Tanggal 5 Agustus kali ini menjadi hari yang unik karena diprediksi jadi hari terpendek sepanjang tahun 2025.
Fenomena ini terjadi karena bumi mengalami rotasi lebih cepat sehingga durasi waktu dalam 1 hari akan lebih singkat dari biasanya.
Hari terpendek pada tanggal 5 Agustus 2025 ini ramai disorot dan jadi perbincangan hangat publik. Lantas, apa yang mempengaruhi fenomena ini?
Baca Juga: Apa itu Strawberry Moon? Inilah 3 Fakta Menarik Fenomena Menakjubkan Bulan Purnama Merah yang Menghiasi Langit dan Dapat Diamati dari Indonesia
International Earth Rotation and Reference Systems Service (IERS), menyebut hari Selasa, 5 Agustus 2025 meski hanya sepersekian milidetik.
IERS menyebut sepanjang hari Selasa, 5 Agustus 2025 lebih cepat sekitar 1,25 milidetik dibandingkan standar satu hari penuh, yaitu 86.400 detik atau 24 jam.
Fenomena percepatan rotasi Bumi bukanlah kejadian tiba-tiba. Ini merupakan bagian dari pola alami variasi rotasi Bumi yang telah terjadi selama beberapa dekade.
Berbeda dengan pola historis saat rotasi Bumi cenderung melambat akibat gesekan pasang surut dari Bulan pada tahun 2020 lalu, para ilmuwan mencatat adanya percepatan rotasi dalam beberapa tahun terakhir.
Tak hanya 5 Agustus, pada tanggal tanggal 10 Juli kemarin, waktu berjalan 1,36 milidetik lebih pendek yang menunjukkan Bumi mengalami percepatan rotasi.
Dilansir SketsaNusantara.id dari situs resmi NASA, diketahui ternyata ada beberapa faktor yang mempengaruhi percepatan rotasi bumi.
Basan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat mengamati bahwa percepatan rotasi bumi dipengaruhi oleh distribusi massa di dalam bumi.
Pergerakan cairan logam di inti Bumi dan pergeseran massa pada mantel planet ini akan memengaruhi momentum rotasi.
Ketika inti Bumi melambat, lapisan luar planet ini cenderung berputar lebih cepat untuk menjaga keseimbangan.
Artikel Terkait
Heboh Fenomena Awan Berlubang di Jember, Benarkah Pertanda Akan Ada Tsunami? Begini Penjelasan BMKG
Apa Itu Fenomena Equinox yang Terjadi Hari Ini? Ini Dampaknya Menurut Penjelasan BMKG
Viral, Warga Kolaka Heboh Melihat Sosok Bayangan Misterius Melayang Disinari Matahari, Fenomena Aneh Terekam Kamera Ternyata Cuma Fatamorgana?
Apa Itu Cloud Iridescence? Viral Fenomena Pelangi di Atas Awan Terjadi di Pangandaran, Ternyata Berdampak Buruk bagi Lingkungan, Ini Penjelasannya
Heboh Fenomena 'Hujan Uang' di Alun Alun Nusantara Jember, Warga Ramai Berebut Duit Pecahan 1000-5000 Rupiah, Tuai Pro Kontra di Medsos