SketsaNusantara.id - Keputusan Presiden Prabowo memberikan abolisi untuk Tom Lembong dan amnesti untuk Hasto Kristiyanto mendapat apresiasi dari banyak pihak.
Beberapa tokoh publik seperti Mahfud MD dan Said Didu hingga Denny Siregar menyebut langkah Presiden sudah tepat dengan menggunakan hak prerogatif untuk menghentikan proses hukum pada Tom Lembong dan Hasto Kristiyanto.
Sebagaimana diketahui, Presiden memberikan abolisi kepada Tom Lembong yang menghentikan proses hukum sekaligus menghapus vonis 4,5 tahun penjara yang ditentukan pengadilan terkait kasus korupsi impor gula.
Baca Juga: Nilai Tom Lembong Tidak Bersalah, Ferry Irwandi Kirim Pesan Khusus ke Para Pejabat: Lu yang Nambang di Raja Ampat...
Sementara itu, Sekjen PDI-P, Hasto Kristiyanto diberikan amnesti atau pengampunan dari Presiden, pasca vonis usai dinyatakan bersalah atas kasus suap.
Langkah Presiden Prabowo menuai pujian dari Mahfud MD. Mantan Menkopolhukam itu menyebut keputusan Prabowo jadi langkah strategis untuk menegakkan keadilan.
"Presiden Prabowo mengambil langkah strategis dalam penegakan keadilan dengan memberi amnesti kepada Hasto dan abolisi pada Tom Lembong," tulisnya dikutip SketsaNusantara.id dari akun X @mohmahfudmd dalam cuitan yang diunggah pada hari Jumat, 1 Agustus 2025.
"Ke depannya tak boleh ada lagi yang menggunakan politik untuk merekayasa hukum melalui penyanderaan politik sebab kalau itu dilakukan bisa dihadang oleh Presiden," imbuhnya.
Said Didu juga mengapresiasi Presiden Prabowo yang mencerminkan kesadaran akan kesalahan proses peradilan terhadap Tom Lembong, yang tidak terbukti memiliki mens rea (niat jahat).
Mantan Stafsus Kementerian ESDM itu berharap langkah Presiden bisa menjadi awal penghentian penggunaan hukum sebagai alat politik.
"Terima kasih kepada Bapak Presiden @Prabowo yang memberikan abolisi, artinya Presiden menyadari bahwa ada kesalahan proses pengadilan Tom Lembong," tulisnya, dalam cuitan di akun X @msaid_didu.
"Semoga ini menjadi awal penghentian penggunaan hukum sebagai alat politik yang selama ini dilakukan oleh rezim Joko Widodo," harapnya.
Denny Siregar juga mendukung keputusan Presiden, meski ia menilai ada keputusan Prabowo ada "kepentingan politik" yang bisa menguntungkannya di masa depan.
"Amnesti dan abolisi adalah hak prerogatif Presiden dan cara @prabowo sama sekali tidak melanggar hukum. Masalah dia memakai haknya untuk kepentingan politiknya, itu juga tidak melanggar hukum dan dia tidak mengintervensi pengadilan," tulis Denny Sitegar di akun Instagramnya.
Pegiat media sosial ini menyebut hak Presiden ini diberikan karena ada tensi politik, di mana Tom Lembong dan Hasto Kristiyanto dijadikan "korban" karena menjadi oposisi.
"Saya kira ini berhubungan dengan tensi politik yang makin panas dan berpotensi terbelah. Tiba2 aja pengadilan memutuskan Hasto dan Tom Lembong diputuskan bersalah, padahal buktinya tidak ada," katanya.
"Hasto dan Tom Lembong akhirnya diisukan sebagai korban politik, karena pilpres lalu mereka mendukung calon berbeda," imbuhnya.
Menurutnya, ketegangan politik yang terjadi saat ini bisa menjadi preseden buruk. Apalagi di tengah situasi ekonomi hancur, PHK di mana-mana dan kebijakan yang tak berpihak pada rakyat yang makin mengikis kepercayaan masyarakat pada pemerintah.
"Presiden akhirnya menggunakan haknya supaya semua tenang. Semua bisa kerja," tuturnya.
Menariknya, produser film "Sayap-Sayap Patah" ini menyebut ada beberapa pihak yang mungkin tidak tenang dengan keputusan Prabowo.
"Apakah ada yang tidak tenang sekarang? Ada. Siapakah dia? Seseorang yang tidak boleh disebut namanya," pungkasnya.
Tidak diketahui dengan jelas siapa yang dimaksud Denny Siregar. Namun, publik menyebut perkataan tersebut ditujukan untuk Jokowi.
Baca Juga: Apa itu Abolisi yang Diberikan Presiden untuk Tom Lembong? Proses Hukum Terdakwa Kasus Korupsi Impor Gula Dihentikan Meski Sudah Divonis Pengadilan
"Udah sebut aja Joko Mulyono," komentar akun @bar****oj. "Udah puyeng dia ngurusin ijazah palsu, sekarang termul makin stress," imbuh akun @fe***f.
"Bapak-bapak yang mau pensiun tapi gak jadi. Saat ada konflik, muncul nama Prabowo jadi Pahlawan. Tom dan Hasto dipakai jadi korban politik untuk mengalihkan perhatian publik dari kasus mega korupsi dan menteri yang bermasalah," komentar akun @dy****jo.
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini