SketsaNusantara.id - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan sidak ke sejumlah SPBU di Jember, untuk memastikan pasokan BBM untuk masyarakat.
Dalam kunjungannya tersebut, Khofifah menguraikan beberapa persoalan yang membuat distribusi BBM di Jember menjadi tersendat.
"Pertama, kita melihat ada antrean panjang di Ketapang karena menurut BMKG gelombangnya tinggi sehingga Ketapang Gilimanuk PP itu diminta untuk tidak diberlakukan pelayaran sampai hari ini," ungkapnya saat dikonfirmasi di Sidak di SPBU Kaliwates, Kamis, 31 Juli 2025.
Baca Juga: Khofifah: Pertamina Sediakan Pasokan Harian Normal Sebanyak 982 KL untuk 40 SPBU di Jember
Kedua, akibat jalur Gumitir ditutup total sebab saat ini sedang dalam proses perbaikan.
"Karena memang kondisi kerentanan tanahnya harus dipastikan bahwa proses untuk membangun kembali area di Gumitir itu harus komprehensif," imbuhnya.
Menurut Khofifah, stockpilenya harus dipastikan ketemu pada batu yang paling keras.
Baca Juga: Khofifah Bentuk Tim Khusus, Susun Regulasi Tangani Fenomena Sound Horeg di Jatim
"Baru kemudian bisa dilakukan proses percepatan untuk pemulihan," paparnya.
Ketiga, akibat Jembatan Besuk di Bondowoso tengah dalam proses perbaikan dan volume kendaraan di sana padat.
"Jembatan Besuk ini kira-kira butuh 3 bulan. Meskipun itu ada alternatif jembatan yang bisa digunakan, tapi kapasitas maksimal hanya 15 ton," paparnya.
Mobil tanki Pertamina sebesar 21 ton, jadi sangat tidak memungkinkan dilewati. Sementara jika pakai mobil kecil, pasti lebih panjang.
"Itulah yang menjadi salah satu kendala supply dari Tanjung Wangi ke Jember. Pihak pertamina kemudian mencari opsi supply dari terminal lain, yakni terminal Surabaya," katanya.