SketsaNusantara.id - Pasca gejolak kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Jember, DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) meminta pemerintah mencarikan solusi setelah penutupan jalur Gumitir.
Sebab, selama 2 bulan ke depan jalur Gumitir ini ditutup dan menjadi salah satu persoalan yang memiliki efek domino yang besar ke berbagai sektor.
Ketua DPC PKB Jember Ayub Junaidi mengatakan, bahwa Gumitir merupakan akses perputaran ekonomi utama bagi masyarakat Jember dan Banyuwangi.
Jika mengalami kendala, maka dampaknya sangat besar sekali dan harus dicarikan alternatif yang terbaik.
"Ini kan urat nadi perputaran ekonomi masyarakat, karena saat ini ditutup maka harus mencarikan solusinya," ujarnya saat dikonfirmasi di DPC PKB, Kamis, 31 Juli 2025.
Dengan adanya penutupan jalur Gumitir, Ayub menilai jika hasil bumi yang biasanya didari Jember dikirim ke Banyuwangi dan Bali menjadi terhambat.
"Efeknya tidak ada perputaran ekonomi seperti sebelumnya, dan ini harus diambil kebijakan yang tepat," imbuhnya.
Misalnya, dengan menaktifkan jalur lintas selatan (JLS) yang saat ini tinggal sedikit lagi.
"Harusnya pemerintah pusat dan provinsi bersama daerah bisa memaksimalkan JLS yang sebelumnya sudah dicanangkan oleh Gubernur Jatim Pakde Karwo waktu itu," paparnya.
Baca Juga: Jual BBM Eceran dengan Harga Melejit, Delapan Tengkulak di Jember Dibekuk Polisi
Sehingga bila nantinya terjadi hal seperti ini, masih ada akses jalur lain yang bisa digunakan.
Meskipun begitu, Ayub mengapresiasi langkah Bupati Jember Muhammad Fawait dan Anggota DPR RI Dapil Jember-Lumajang Rivqy Abdul Halim yang membantu mencari solusi soal kelangkaan BBM.