Salah satunya yakni lakban yang melilit di pada wajah korban saat ditemukan.
Ia menilai, lakban yang ditemukan pada tubuh krban merupakan jenis yang tidak umum di pasaran dan hanya bisa dibeli melalui aplikasi daring.
“Kita cari kaitannya dengan jajak digital, ungkapnya lagi.
Baca Juga: Pakar Mikro Ekspresi Yakin Diplomat Arya Daru Pangayunan Tak Bundir Berdasarkan Beberapa Analisa Ini
Ito juga menyinggung hasil olah TKP yang menyebutkan, hanya ada satu sidik jari yang merupakan milik korban.
“Kalau mengatakan cuma satu sidik jari, kalau orang menginikan (merencanakan), bisa pakai sarung tangan,” ujarnya.
Begitu juga dengan kondisi pintu kamar kost Arya Daru Pangayunan di daerah Mentang yang dilaporkan terkunci dari dalam.
“Inget, kalau di hotel, kunci yang smart key itu kan kalau kita keluar dari hotel, ngunci sendiri dari dalam,” imbuhnya.
Dan terakhir, ia juga mengomentari video rekaman CCTV di kostan Arya Daru yang beredar luas di media sosial.
Selain perbedaan posisi CCTV dan blind spot, Ito juga menilai 23 detik yang diduga ‘hilang’ merupakan satu petunjuk penting.
“Ada1 momen yang 23 detik, itu tiba-tiba loncat, kan kita lihat di atasnya, itu juga merupakan satu petunjuk untuk dilakukan penyidikan,” pungkasnya.
***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!