SketsaNusantara.id - Sejak penutupan total Jalur Gumitir pada 24 Juli 2025 untuk pekerjaan preservasi, Jember mengalami kelangkaan BBM.
Jember yang memiliki 41 SPBU dan 6 SPBE alami kelangkaan BBM ini akibat dari keterlambatan distribusi sebab penutupan jalur ini menambah panjang rute distribusi.
Keterlambatan distribusi ini telah menyebabkan antrean panjang di beberapa SPBU dan bahkan kekosongan stok sementara terutama jenis Pertalite bahkan di tingkat pengecer.
Baca Juga: Hari Kedua Kelangkaan BBM di Jember, Antrian Kendaraan Mencapai 300 Meter di Sejumlah SPBU
Dilansir SketsaNusantara.id dari akun tiktok @Radio Prosalina, saat ini stok BBM secara nasional dan regional (Pertamina) dinyatakan aman.
Namun masalah utama yang menyebabkan kelangkaan di Jember ini adalah terganggunya jalur distribusi saja.
Penutupan Gumitir sejak 24 Juli 2025 yang lalu memaksa kendaraan pengangkut BBM dan logistik lainnya untuk mengambil rute alternatif yang lebih panjang dan seringkali macet.
Kemacetan yang paling membuat pendistribusian BBM ke Jember ini terganggu terutama di sekitar Pelabuhan Ketapang Banyuwangi.
Kemacetan ini dapat mencapai puluhan kilometer, sehingga menghambat pergerakan mobil tangki untuk bolak-balik mengisi ulang di terminal.
Terkait kelangkaan BBM ini dikonfirmasi oleh Ikbal Wilda Fardana selaku Ketua DPC Hiswana Migas se Besuki Raya.
Ia menjelaskan bahwa kelangkaan BBM hingga saat ini karena terbatasnya jumlah kapal penyeberangan yang beroperasi di Pelabuhan Ketapang.
Akibat kemacetan tersebut maka distribusi BBM dan Elpiji terganggu karena terminal bahan bakar minyak TBBM letaknya berdekatan dengan pelabuhan.