SketsaNusantara.id - Belum lama ini, media sosial dihebohkan dengan beredarnya video yang menunjukkan peristiwa tragis tabrak lari di Jembatan Suramadu (Surabaya-Madura), Jawa Timur.
Kejadian mengerikan ini terekam CCTV yang seketika menyita perhatian publik dan ramai jadi perbincangan warganet.
Dalam video yang beredar, tampak pesepeda berada di jalur cepat dari Surabaya menuju ke arah Bangkalan, Pulau Madura sebelum KM 3.400.
Nahas, sebuah mobil pick up warna putih yang melaju kencang dari arah yang sama, tiba-tiba oleng dan menabrak pesepeda dari belakang hingga terpental beberapa meter. Korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Baca Juga: Kecelakaan Maut di Jalur Gumitir, Pemotor Tewas 'Adu Banteng' dengan Mobil, Begini Kronologinya
Berdasarkan informasi yang dihimpun SketsaNusantara.id dari akun Instagram @satlantaspolresbangkalan, diketahui peristiwa nahas ini terjadi pada hari Minggu, 13 Juli 2025, yang menewaskan Taufik Hidayat, lansia berusia 57 tahun, warga Desa Banyuajah, Kecamatan Kamal, Bangkalan.
AKP I Gusti Bagus Krisna Fuardy selaku Kasatlantas Polres Bangkalan menyebut supir mobil pick up mengalami microsleep saat mengemudi melintasi Suramadu hingga merenggut nyawa pesepeda.
"Dugaan sementara supir pick up mengalami microsleep. Korbannya terpelanting dan langsung meninggal di tempat karena ada cedera di bagian kepala," ucap AKP I Gusti Bagus, pada hari Minggu, 13 Juli 2025.
Pesepeda lain yang menjadi saksi mata kejadian ini mengatakan bahwa korban baru saja mengikuti event Funbike yang diselenggarakan di Surabaya Plaza.
Namun, dalam perjalanan pulang selepas acara, korban mengalami kecelakaan dan meninggal dunia saat melintasi jembatan Suramadu.
Video CCTV kecelakaan di Suramadu ini tersebar luas dan mencuri perhatian publik. Beberapa warganet menyampaikan keprihatinan, namun juga menyoroti koban yang dinilai kurang berhati-hati.
Pasalnya, korban laka itu menggunakan jalur cepat R4 untuk mobil, padahal di sebelahnya sudah disediakan jalur khusus untuk R2 (sepeda motor). Selain itu, warganet juga menyoroti adanya pelanggaran aturan, mengingat pesepeda dilarang melintasi Suramadu.