news

Dimulai Hari yang Sama, Inilah 7 Perbedaan Sekolah Rakyat dengan Sekolah Umum: Mulai dari Fasilitas hingga Kurikulum Pembelajaran Berbeda?

Senin, 14 Juli 2025 | 16:30 WIB
Ilustrasi - pembelajaran di Sekolah Rakyat yang disesuaikan dengan latar belakang dan kemampuan siswa (Instragam/kemensosri)

Baca Juga: Rencana Dedi Mulyadi Terapkan Wajib Militer dalam Kurikulum Pendidikan SMA di Jabar, Wakil Ketua DPRD Jawa Barat: Saya Setuju tapi...

Menteri Pendidikan juga menyebutkan ada 2 pilihan kurikulum untuk Sekolah Rakyat yakni mengikuti kurikulum sekolah unggul sesuai arahan Mendiktisaintek. Akan tetapi, siswa juga bisa mengikuti kurikulum sekolah yang berlaku seperti yang digagas Kemendikdasmen.

Sementara itu, Sekolah Umum menggunakan Kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013 (K-13) dengan beberapa penyesuaian yang menekankan pembelajaran menyenangkan, berdiferensiasi, dan berbasis pemahaman.

6. Fasilitas dan Lokasi Sekolah

Sekolah Rakyat didirikan dengan fasilitas lengkap seperti tempat tinggal dalam asrama dan disediakan makanan bergizi, serta pengawasan intensif untuk pengembangan siswa.

Baca Juga: Tingkatkan Kinerja Tenaga Kependidikan, UNEJ Gelar Sekolah Integritas

Lokasinya pun dipilih di daerah strategis dengan akses pendidikan terbatas, seperti di Nusa Tenggara Timur, Papua, atau Kalimantan dan daerah terpencil di Jawa. Bangunan sekolah rakyat juga memanfaatkan aset Kemensos atau bangunan yang direnovasi.

Fasilitas di Sekolah Rakyat juga cukup lengkap mencakup ruang kelas, asrama hingga kantin, tempat ibadah, dan sarana olahraga. Semua ini dibuat untuk membangun lingkungan belajar yang lebih fokus serta menjamin keberlanjutan pendidikan siswa dari latar belakang keluarga ekonomi sulit.

Sementara itu, Sekolah Umum biasanya berlokasi di daerah perkotaan atau padat penduduk, dengan fasilitas bervariasi tergantung apakah itu sekolah negeri atau swasta.

Baca Juga: Seru! Ratusan Anak Yatim dan Disabilitas di Malang Ditraktir Gubernur Jatim Khofifah Beli Peralatan Sekolah

7. Alur Penerimaan Siswa dan Seleksi Guru

Di sekolah umum, siswa diterima melalui jalur prestasi, nilai, atau zonasi, dan terbuka untuk semua latar belakang ekonomi.

Sementara itu, Sekolah Rakyat menyeleksi siswa berdasarkan verifikasi ekonomi, tes akademik, psikotes, dan pemeriksaan kesehatan, dengan prioritas bagi anak putus sekolah dari keluarga miskin.

Guru yang mengajar di Sekolah umum juga biasanya dari seleksi CPNS/PPPK. Akan tetapi, Guru untuk sekolah rakyat direkrut secara nasional, termasuk relawan dari daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar).

Baca Juga: Universitas Jember Gelar Sekolah Politik Perempuan untuk Tingkatkan Partisipasi Perempuan

Halaman:

Tags

Terkini