news

Dimulai Hari yang Sama, Inilah 7 Perbedaan Sekolah Rakyat dengan Sekolah Umum: Mulai dari Fasilitas hingga Kurikulum Pembelajaran Berbeda?

Senin, 14 Juli 2025 | 16:30 WIB
Ilustrasi - pembelajaran di Sekolah Rakyat yang disesuaikan dengan latar belakang dan kemampuan siswa (Instragam/kemensosri)

Pada Sekolah Umum, meskipun bagi sekolah negeri juga gratis atau berbiaya rendah, namun masih terdapat biaya tambahan untuk sumbangan pendidikan, membeli penunjang pendidikan seperti buku pelajaran dan seragam hingga biaya untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.

Terlebih pada sekolah swasta, umumnya dikenakan biaya yang lebih tinggi mulai dari SPP bulanan hingga kebutuhan sekolah lainnya.

Baca Juga: Pemprov Jatim Siapkan 40 Sekolah Rakyat, Gubernur Khofifah: Khusus Jember Dapat 2 Kuota untuk Tekan Angka Kemiskinan

3. Sistem Pengelolaan

Sekolah Rakyat dikelola oleh Kementerian Sosial (Kemensos) sebagai bagian dari program pengentasan kemiskinan, berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk kurikulum dan tenaga pengajar, serta Kementerian Agama untuk pendidikan karakter berbasis agama.

Sementara itu, Sekolah Umum dikelola oleh Kemendikdasmen atau pemerintah daerah untuk sekolah negeri, dengan pengawasan ketat yang disesuaikan dengan standar pendidikan nasional.

Di sisi lain, sekolah swasta, akan dikelola oleh yayasan terkait dan memiliki kurikulum hingga standar pendidikan yang lebih tinggi seperti pada sekolah berbasis keagamaan atau sekolah berstandar internasional.

Baca Juga: Kebut Sekolah Rakyat, Gus Ipul: Cerdaskan Peserta Didik dan Berdayakan Wali Muridnya

4. Sekolah Rakyat Gunakan Sistem Pembelajaran dalam Asrama

Menariknya, Sekolah Rakyat Menggunakan sistem asrama (boarding school) untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, dengan fokus pada pendidikan karakter, kepemimpinan, nasionalisme, hingga diajarkan berbagai macam keterampilan.

Pendekatan pembelajaran ini bersifat fleksibel dengan sistem "multi entry, multi exit," memungkinkan siswa masuk kapan saja dan menyelesaikan pendidikan berdasarkan capaian individu, bukan berdasarkan tahun ajaran seperti yang biasa dilakukan di sekolah umum.

5. Kurikulum Pembelajaran

Sekolah Rakyat mengadopsi Kurikulum Nasional dengan tambahan muatan penguatan karakter, seperti pelatihan kepemimpinan, nasionalisme, dan keterampilan hidup.

Kurikulum Sekolah Rakyat juga terbilang unik karena dirancang khusus (tailor-made) yang mengakomodasi berbagai latar belakang, kebutuhan dan kemampuan siswa serta fokus pada pengembangan individu.

Para siswa juga bisa masuk ke level manapun sesuai capaian belajarnya dan dapat lanjut ke jenjang berikutnya jika sudah mencapai target dengan pendekatan deep learning untuk meningkatkan kualitas pemahaman materi belajar siswa.

Halaman:

Tags

Terkini