SketsaNusantara.id - Lalu lintas di sekitar perlintasan kereta api Desa Garahan, Kecamatan Silo, tampak macet pada Rabu, 9 Juli 2025 sore. Dalam beberapa jam, dilakukan sistem buka tutup.
Tepat di lokasi rel kereta api, sejumlah pria berseragam tampak berunding. Mereka memerhatikan kondisi aspal yang tampal rusak dan bergelombang sembari mengimbau etiap pengendara motor yang melintas untuk pelan-pelan.
Tak berselang lama, unit reaksi cepat (URC) lengkap dengan peralatan pengaspalan ringan tiba. Kemudian perbaikan aspal kala ringan pun dilakukan.
Baca Juga: Pemkab Jember Hibahkan 47 Hektare Tanah ke Polda Jatim
Dalam hal ini, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) bersama Dinas Perhubungan dan PT KAI Daop 9 Jember kembali melakukan perbaikan jalan di perlintasan kereta api yang mengalami kerusakan.
Sebelumnya, jalan di sekitar perlintasan rel Pecoro Desa Rambipuji yang diperbaiki. Kali ini, kerusakan di jalur Desa Garahan, Desa Yosorati, dan Desa Pondok Dalem juga turut diperbaiki.
Jajaran BBPJN bersama PT KAI Daop 9 dan Dinas Perhubungan Kabupaten Jember kemudian melakukan perbaikan jalan perlintasan kereta api di Desa Garahan, Kecamatan Silo, pada Rabu sore.
Seperti kabar yang beredar, jalan perlintasan kereta api yang menghubungkan Jember - Banyuwangi menjadi salah satu titik yang mengalami kerusakan parah dan sangat membahayakan bagi pengendara kendaraan bermotor. Khususnya roda dua.
Oleh karea itu, perbaikan pengaspalan sedang gencar dilakukan usai banyaknya aduan dari masyarakat yang menjadi korban akibat kondisi jalur perlintasan rusak dan rawan dilalui kendaraan. Khususnya, saat cuaca hujan.
Vice President Daop 9 Jember Hengky Prasetyo mendukung penuh BBPJN bersama Pemkab Jember yang memberikan perhatian terkait perbaikan jalan perlintasan tersebut.
"Kami siap mengawal pekerjaan ini hingga tuntas," ujarnya.