SketsaNusantara.id - Misri Puspita Sari, wanita yang kini jadi satu-satunya tersangka dalam dugaan kasus pembunuhan Brigadir Nurhadi, sampai kena mental hingga mengalami 'kerasukan'.
Sebagaimana diketahui, Misri merupakan salah satu tersangka selain Kompol I Made Yogi Purusa Utama dan Ipda Haris Chandra yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan Brigadir Nurhadi.
Kompol Yogi dan Ipda Haris merupakan atasan Bigadir Nurhadi, sementara Misti hanyalah perempuan yang dibayar untuk menemani dalam sebuah pesta dalam sebuah villa di kawasan Gili Trawangan, Lombok Utara, NTB (Nusa Tenggara Barat).
Misri adalah kenalan Kompol Yogi yang merupakan tulang punggung bagi ibu dan kelima sudaranya. Namun, kini namanya ramai jadi sorotan setelah ditetapkan sebagai salah satu tersangka dalam kasus pembunuhan anggota polisi yang diduga dibunuh atasannya sendiri.
Keterlibatan Misri masih menjadi tanda tanya besar. Apalagi, ia sempat merekam momen terakhir sebelum Brigadir Nurhadi tewas yang mengejutkan publik.
Wanita berusia 24 tahun itu menyebut adanya penggunaan obat-obatan terlarang dan Nurhadi dalam kondisi mabuk sebelum meninggal. Bahkan Misri sendiri tak ingat kejadian ini.
"Misri ini bukan siapa-siapa. Dia kenal dengan Kompol Yogi tahun 2024 lalu tapi sekilas saja, tahunya dari teman perempuannya yang ada di Jakarta," ucap Yan Mangandar, pengacara Misri dikutip SketsaNusantara.id dari postingan akun Instagram @fakta.indo pada hari Rabu, 9 Juli 2025.
"Dia (Brigadir Nurhadi) sempat dalam kondisi fly dan mabuk, kan dia bersama atasannya (Kompol Yogi dan Ipda Haris) konsumsi obat riklona dan inex," imbuhnya.
Kuasa Hukum Misri menyebut kondisi psikologis kliennya terus menurun sejak ditetapkan sebagai tersangka pada 17 Juni 2025.
Misri yang kini ditahan di Rutan Polda NTB turut didampingi psikolog untuk memantau kondisi kesehatan mentalnya lantaran mengalami ketakutan hebat hingga mengalami halusinasi.
Dalam beberapa sesi konseling, Misri sempat menjalani proses hipnoterapi dan dikabarkan sering berteriak, bicara seorang diri sambil menyebut-nyebut nama Nurhadi seolah mengalami 'kerasukan'.