SketsaNusantara.id - Pengajian rutin kitab Al- Muqtathofat karya KH Marzuqi Mustamar digelar Rabu 2 Juli 2025, malam. Acara ini gelar oleh Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Diwek, Jombang.
Berlokasi di kantor MWCNU Diwek, kegiatan ini dihadiri puluhan peserta. Mereka berasal dari pengurus MWCNU Diwek, lembaga, banom dan perwakilan ranting NU.
Acara ini juga dihadiri oleh Ketua Tanfidziyah MWCNU Diwek KH Hamdi Sholeh. Hadir sebagai pembaca kitab Ustadz Muhyiddin dari Lembaga Bahtsul Masail (LBM) NU Diwek.
Baca Juga: LTN MWCNU Diwek Jombang Gelar Studi Tiru, Gagas Kolaborasi Pegiat Literasi
Rangkaian kegiatan dimulai setelah shalat Isya dengan pembacaan istighotsah. Sesi ini dipimpin langsung oleh Ketua LDNU MWCNU Diwek Kiai Muhammad Rofiq.
Pada kesempatan kali ini, pengajian membahas bab mengenai puasa sunnah dan amalan-amalan Nahdliyin. KH. Hamdi Sholeh mengaku memilih materi yang berbobot ini dan narasumber yang jelas kompeten.
"Hal-hal inilah yang menjadi amaliyah sehari-hari kita dan tuduhan-tuduhan anti NU itulah yang akan dihadapi oleh para ketua ranting NU," jelasnya.
Ustadz Muhyiddin menjelaskan bahwa puasa sunnah tidak mewajibkan niat di malam hari seperti puasa Ramadhan. "Berbeda dengan puasa Ramadhan, harus ada niat terlebih dahulu pada malam hari," tuturnya.
Dia menjelaskan para ulama berbeda pendapat mengenai batas maksimal waktu niat puasa sunnah. Namun, mayoritas memperbolehkan niat dilakukan di pagi hari, dengan syarat belum melewati waktu Dhuhur dan belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.
Terkait peringatan maulid Nabi Muhamad Saw, lanjutnya, dia menegaskan bahwa tidak perlu mempertanyakan dalil kesunnahan memperingati kelahiran Nabi.
Baca Juga: LDNU Diwek Gelar Pengajian Kitab al- Muqtathofat, Solusi Perkuat NU-isme
"Ketika Nabi ditanya dalil puasa hari Senin saja, Nabi menjawab karena pada hari itulah beliau dilahirkan," jelasnya.
Dirinya menyayangkan sikap sebagian orang yang mempertanyakan peringatan Maulid. Sementara mereka sendiri biasa merayakan ulang tahun keluarga.