SketsaNusantara.id - Proses pencarian Badrus Sholeh masih terus jadi sorotan publik. Siswa SMK Perikanan dan Kelautan Puger Jember itu menghilang saat mengikuti PKL (Praktik Kerja Lapangan) sejak 18 Mei 2025 lalu.
Badrus dikabarkan terjatuh dari kapal saat berlayar bersama teman-teman magangnya di Perairan Masalembu, Sumenep, Jawa Timur.
Sudah 45 hari berlalu sejak Badrus dilaporkan hilang, namun hingga kini belum ada titik terang. Hingga kini, keberadaan pelajar berusia 17 tahun itu masih jadi misteri.
Pihak keluarga pun memilih turun tangan dan melakukan pencarian mandiri karena sampai saat ini pun belum ada kabar terbaru terkait pencarian Badrus.
Dalam video yang beredar di media sosial, tampak Nur Hasanah dan Mulyadi, kedua orang tua Badrus melakukan pencarian dengan menggunakan kapal sederhana.
Keduanya menempuh perjalanan laut dari Jember ke Sumenep, dengan perahu kecil dan alat seadanya, menyusuri satu per satu pulau tak berpenghuni, demi mencari sang anak yang hingga kini belum kembali.
"Mohon bantu doanya karena orang tua Badrus sedang berjuang mencari anaknya di tengah lautan, mereka cuma ingin menemukan titik terang," tulis akun Instagram @jember24jam_ dikutip SketsaNusantara.id dari postingan yang diunggah hari Senin, 30 Juni 2025.
Mulyadi dan Nur Hasanah tak bisa lagi berdiam diri dan nekat meninggalkan tempat tinggalnya yang berada di Desa Langkap, Kecamatan Bangsalsari Jember.
Warganet di X (dulu Twitter) juga mengabarkan kondisi orang tua Badrus yang berada di Sumenep bahkan sejak hari Minggu, 29 Juni 2025.
"Saat ini keluarga Badrus Sholeh berada di Desa Brakas, Kecamatan Raas Kabupaten Sumenep, untuk melakukan pencarian mandiri," ungkap akun X @PakJITU.
Akun tersebut aktif mengabarkan soal pencarian Badrus dan mengabarkan kondisi terbaru Nur Hasanah serta Mulyadi yang kini masih berusaha menemukan anaknya.