Fenomena "perang rating" di Google Maps ini memicu diskusi hangat di media sosial. Banyak warganet menyayangkan aksi saling balas rating yang tidak mempertimbangkan fakta di lapangan.
Gunung Rinjani sendiri dikenal sebagai gunung dengan jalur ekstrem. Banyak yang menyebut penyelamatan Juliana Marins sudah dilakukan maksimal oleh tim SAR, yang bahkan harus bermalam di puncak gunung demi menjangkau korban.
Warganet juga tak terima Gunung Rinjani yang jadi salah satu wisata alam memukau di Indonesia, dijelek-jelekkan namanya di mata dunia.
Selain itu, tragedi yang menimpa Juliana juga terbilang musibah tak terduga, apalagi diketahui korban masih belum berpengalaman mendaki gunung.
"Kalian salah kalo menghina alam Indonesia, gimana kita gak bales, Rinjani secantik itu dijelek-jelekin, namanya alam semua bisa terjadi," komentar akun @tr****y.
"Kocak banget netizen Brasil ini. Itu turis datang ke sendiri baru pertama kali mendaki terus yang disalahin Rinjani, jadi jangan bodoh! stop jangat asal ngebac*t kalo ga tau kondisi sebenarnya, tim SAR udah mati-matian sampe nginep di puncak Rinjani malah dibilang ditelantarin sampe m*ti," komentar akun @ci****5.
Sementara itu, Juliana Marins sendiri sudah dipulangkan ke Brasil. Agam, salah satu tim SAR yang ikut membantu proses evakuasi di Gunung Rinjani pun turut menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga korban karena tak bisa membawa pulang Juliana dalam keadaan selamat.
Tragedi Juliana Marins meninggalkan duka mendalam, tapi juga pengingat akan pentingnya persiapan dan informasi ketika menjelajah alam liar.
Perang rating di Google hanya memperkeruh suasana. Banyak warganet yang berharap publik dunia bisa lebih bijak dalam menilai bahwa di balik musibah, sering kali ada perjuangan tanpa sorotan kamera.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini