news

CEO Consina Sebut Alasan Mengapa Tak Ada Helikopter Standby di Rinjani, Sempat Singgung Sulitnya Birokrasi?

Senin, 30 Juni 2025 | 21:30 WIB
Ilustrasi helikopter rescue gunung (Tangkapan layar YouTube KOMPASTV )

Disyon Toba mengaku pengadaan helikopter itu menghadapi hambatan serius terutama dalam hal perijinan pembangunan titik pendaratan atau helipad.

Baca Juga: Tak Hanya WNA Brasil, Inilah Jejak Agam Rinjani Selama Menjalankan Evakuasi Korban Jatuh di Gunung Rinjani

"Helikopter itu enggak perlu dibikinin helipad, bisa mendarat dimana saja asal rata sedikit. Tapi waktu itu izinnya sulit sekali," ujar Disyon Toba dilansir dari SketsaNusantara.id dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV.

Hal itu dinilai membingungkan sebab helikopter jenis ini tak membutuhkan lahan khusus, bahkan bisa mendarat di area yang cukup rata.

Pada akhirnya regulasi yang sulit membuat pengadaan helikopter stanby di Rinjani tersebut akhirnya gagal terealisasi hingga saat ini.

Baca Juga: Bikin Nangis ! ini Pesan Menyentuh Ayah Juliana Marins Pendaki Brasil Yang Meninggal di Rinjani: Cantikku, Kita Akan Bertemu Lagi...

Meski ia juga menekankan pelatihan dan pengenalan medan pada pilot sehingga harus banyak terbang disekitar Rinjani untuk mengenal medan lebih luas, jalur masuk dan jalur keluar yang aman.

"Sudah kecelakaan baru mau cari helikopter, ya susah, apalagi itu dipinggir tebing, sangat riskan," tambah Disyon Toba.

Disyon beranggapan bahwa kesiapsiagaan seperti ini sangat penting agar saat kecelakaan terjadi tim penyelamat tidak kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan medan yang ada.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini

Halaman:

Tags

Terkini