Tradisi ini sudah ada sejak zaman Nabi Ismail AS sebagai simbol penghormatan terhadap Baitullah sekaligus sebagai simbol pembaruan sebagai refleksi untuk memperbaiki niat memasuki tahun yang baru.
Selain itu, penggantian kain penutup Ka'bah ini juga melambangkan persatuan umat muslim yang menghadap kiblat yang sama saat melaksanakan ibadah sholat.
Warna hitam pada kain peutup Ka'bah dimaknai sebagai lambang kesederhanaan yang melindungi dari kotoran dan debu.
Penggantian Kiswah Ka'bah menyambut tahun baru islam dilakukan sejak pemerintahan Raja Salman pada tahun 2022 lalu.
6. Kain Penutup Mewah yang Menghiasi Ka'bah Menuai Kritik
Kiswah Ka'bah yang bernilai fantastis ini ramai jadi sorotan dan menuai beragam reaksi publik.
Sejumlah warganet mengagumi keindahan Kiswah Ka'bah dan ada pula yang juga melontarkan kritik karena harganya bernilai jutaan riyal dianggap terlalu mewah dan berlebihan, tidak sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW.
Kain penutup termahal di dunia yang bernilai Rp108 miliar yang menurut warganet bisa digunakan untuk misi kemanusiaan, seperti membantu pengungsi Gaza yang terdampak konflik berkepanjangan di Palestina.
"Duit segitu bisa ngasih makan banyak pengungsi Gaza, bukankah lebih baik Ka'bah ini berselimut selembar kain biasa, jika emas yang melapisinya tidak bisa bermanfaat membantu umat Rasulullah yang terdzalimi, buat apa?" Komentar salah satu warganet di Instagram.
7. Nasib Kiswah Lama
Setelah diganti, Kiswah lama tidak akan dibuang begitu saja. Kain ini akan dipotong menjadi bagian-bagian kecil dan dihadiahkan kepada pejabat atau tamu kenegaraan.
Salah satu bagian Kiswah ada yang dipajang di PBB yang merupakan hadiah dari pemerintah Arab Saudi.