news

5 Fakta Hasil Autopsi Juliana Marins, Dokter Forensik Ungkap Kapan Pendaki Asal Brasil Itu Meninggal Dunia

Jumat, 27 Juni 2025 | 13:23 WIB
Ilustrasi fakta-fakta hasil autopsi Juliana Marins (Freepik/ stefamerpik)

Selain luka, Juliana Marins juga mengalami patah tulang di beberapa bagian yang menyebabkan pendarahan hebat.

Baca Juga: Belajar dari Kasus Juliana Marins di Gunung Rinjani, Warganet Sarankan Pemerintah Gunakan Drone untuk Misi Penyelamatan di Area Wisata Beresiko Tinggi

Patah tulang ditemukan pada punggung (tulang belakang), dada bagian belakang dan paha.

2. Kemungkinan Kecil Alami Hipotermia

Jatuh di ketinggian 9.400 kaki, Alit menepis adanya kemungkinan Juliana Marins mengalami hipotermia.

Kendati kondisi cairan di bawah mata Juliana tidak dapat diperiksa karena jenazah sudah berusia beberapa hari, namun berdasarkan luka yang ditemukan, Alit memastikan penyebab kematian Juliana Marins bukan karena hipotermia.

“Kalau dari luka-luka yang ada dan pendarahan yang banyak, hipotermia bisa kita singkirkan,” tutur Alit.

Baca Juga: Update Juliana Marins, Pendaki Brasil yang Jatuh di Jurang Gunung Rinjani Kedalam 600 Meter Telah Meninggal Dunia

3. Luka Paling Parah

Dari sejumlah luka yang ditemukan pada tubuh korban, Alit mengatakan bagian punggung dan dada adalah yang terparah.

“Kita lihat yang paling parah itu yang berhubungan dengan penapasan yaitu luka-luka terutama di dada sama bagian belakang punggung,” ungkapnya.

4. Jenazah Masih Utuh

Alit mengatakan, kondisi jasad Juliana Marins masih utuh tanpa adanya fragmentasi meski jatuh ke kedalaman 600 meter.

5. Waktu Kematian

Berdasarkan luka-luka yang ditemukan di tubuh korban, Alit mengungkapkan Juliana Marins meninggal dunia tak lama setelah terjatuh.

Halaman:

Tags

Terkini