Selain luka, Juliana Marins juga mengalami patah tulang di beberapa bagian yang menyebabkan pendarahan hebat.
Patah tulang ditemukan pada punggung (tulang belakang), dada bagian belakang dan paha.
2. Kemungkinan Kecil Alami Hipotermia
Jatuh di ketinggian 9.400 kaki, Alit menepis adanya kemungkinan Juliana Marins mengalami hipotermia.
Kendati kondisi cairan di bawah mata Juliana tidak dapat diperiksa karena jenazah sudah berusia beberapa hari, namun berdasarkan luka yang ditemukan, Alit memastikan penyebab kematian Juliana Marins bukan karena hipotermia.
“Kalau dari luka-luka yang ada dan pendarahan yang banyak, hipotermia bisa kita singkirkan,” tutur Alit.
3. Luka Paling Parah
Dari sejumlah luka yang ditemukan pada tubuh korban, Alit mengatakan bagian punggung dan dada adalah yang terparah.
“Kita lihat yang paling parah itu yang berhubungan dengan penapasan yaitu luka-luka terutama di dada sama bagian belakang punggung,” ungkapnya.
4. Jenazah Masih Utuh
Alit mengatakan, kondisi jasad Juliana Marins masih utuh tanpa adanya fragmentasi meski jatuh ke kedalaman 600 meter.
5. Waktu Kematian
Berdasarkan luka-luka yang ditemukan di tubuh korban, Alit mengungkapkan Juliana Marins meninggal dunia tak lama setelah terjatuh.