news

Mulai Krisis Pasokan Energi hingga Lonjakan Harga Minyak Mentah, Pengamat Analisa Akibat Iran Tutup Selat Hormuz Karena Serangan Amerika

Senin, 23 Juni 2025 | 20:43 WIB
Peta Teluk Hormuz (X @farhabzulkifly)

SketsaNusantara.id - Iran dilaporkan telah menyetujui usulan dramatis untuk menutup Selat Hormuz.

Hal ini dilakukan sebagai balasan langsung atas serangan udara Amerika Serikat (AS) terhadap tiga fasilitas nuklir Iran di Fordow, Natanz, dan Isfahan.

Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Metro TV, Parlemen Iran disebut dengan suara bulat telah menyetujui usulan penutupan Selat Hormuz. 

Baca Juga: Usulan Raperda DPRD Tentang Pendidikan Wawasan Kebangsaan dan Penyelenggaraan Pendidikan Diapresiasi Bupati Jember

Namun, keputusan akhir masih menunggu restu dari Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.

Tindakan ini merupakan respons Iran terhadap "Operasi Godam Tengah Malam" yang dilancarkan AS, yang dianggap Iran sebagai pelanggaran berat terhadap Piagam PBB, hukum internasional, dan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT). 

Sehingga dengan demikian Iran menegaskan bahwa jalur diplomasi telah dihancurkan oleh AS dan Iran telah menyatakan bahwa negara-negara yang memasok senjata atau sistem militer ke Israel akan dianggap sebagai target sah oleh militer Iran.

Baca Juga: Arab Saudi Kecam Serangan AS dan Israel ke Iran, Serukan De-eskalasi serta Solusi Politik Demi Stabilitas Kawasan

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital bagi perdagangan energi global sebab sekitar 20% pasokan minyak global dan sebagian besar gas alam diperdagangkan melalui selat ini sehingga penutupannya akan memiliki dampak serius pada pasar energi dunia.

"Pasokan minyak dunia akan tersendat jika Iran menutup selat Hormuz dan ini akan merugikan banyak pihak," tegas Faisal Assegaf, pengamat Timur Tengah.

Pengamat juga memperkirakan akibat dari ditutupnya Selat Hormuz adalah harga minyak mentah Brent dan West Texas Intermediate (WTI) akan melonjak tajam, bahkan bisa mencapai US$110-130 per barel atau lebih.

Baca Juga: Oman Kecam Agresi Ilegal AS dan Serukan De-eskalasi untuk Hormati Hukum Internasional Terkait Serangan ke Fasilitas Nuklir

Sedangkan bagi negara-negara yang selama ini sangat bergantung pada impor energi dari Timur Tengah, terutama di Eropa dan Asia seperti China, India, Jepang, dan Korea Selatan akan menghadapi krisis pasokan energi.

Hal ini akan mengakibatkan inflasi global dengan kenaikan harga minyak secara mendadak dan mengganggu aktivitas ekonomi di seluruh dunia.

Halaman:

Tags

Terkini