SketsaNusantara.id - Di tengah ramainya hiruk pikuk kegiatan berolahraga hingga menghabiskan waktu bersama keluarga, ada pula kelompok yang memanfaatkan salah satu ruang terbuka ini untuk kegiatan yang berbeda.
Salah satunya Maarabaca Jember, sebuah komunitas literasi di Jember. Saat dijumpai, salah satu komunitas literasi di Jember ini tengah menggelar lapak baca buku.
Dikatakan Diah Rizki selaku founder Maarabaca, bahwa kegiatan komunitas buku yang telah berusia lebih dari satu tahun ini cukup sering diadakan.
“Kami baca bareng, ngobrol soal buku, dan kadang juga diskusi soal kehidupan," ujarnya saat diwawancarai Tim SketsaNusantara.id.
"Biasanya sebulan dua kali, kadang di alun-alun, kadang di kampus atau kedai kopi,” ucap Diah Rizki.
Tujuan menggelar lapak baca di alun-alun ini, kata Diah, ingin menjangkau audiens yang lebih luas.
Baca Juga: Tanggapi Keluhan Masyarakat, PKL Alun-Alun Jember Mulai Ditertibkan
Namun, menurutnya, Alun-alun belum sepenuhnya mendukung kegiatan seperti ini.
Lokasi dan suasana Alun-alun yang cenderung ramai kerap kali membuat kegiatan baca bareng ini cukup terganggu.
“Kalau untuk komunitas baca, tempat ini masih kurang representatif. Ramai, panas, kurang rindang,"
"Kalau mau suasana tenang dan sejuk, ya belum bisa,” keluhnya.
Alun-Alun Jember kini memang memikul fungsi ganda, sebagai tempat bersantai sekaligus ruang partisipasi komunitas.