SketsaNusantara.id - Penyelenggaraan haji setiap tahun memang menyimpan banyak cerita, mulai dari kisah spiritual yang menyentuh, hingga dinamika logistik yang rumit.
Di balik segala upaya maksimal pemerintah Indonesia untuk melayani jutaan jemaah haji, ternyata masih ada catatan penting yang datang langsung dari negara penyelenggara, Arab Saudi.
Baru-baru ini, Kementerian Agama menerima nota diplomatik resmi dari Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta.
Surat tersebut tidak diumumkan secara terbuka, namun isinya telah menjadi perhatian serius bagi pihak-pihak terkait.
Salah satu sorotan utama adalah soal jemaah haji asal Indonesia yang berusia lanjut atau memiliki penyakit kronis.
Permintaan Arab Saudi agar Indonesia memperketat proses seleksi jemaah menjadi sinyal keras bahwa masih ada kekurangan serius dalam manajemen keberangkatan, terutama bagi kelompok rentan.
Baca Juga: Ratusan Botol Air Zamzam Dibuang dari Koper Jemaah Haji, Ini Alasan Mengapa Tak Bisa Dibawa Pulang
Berikut ini sejumlah poin krusial yang tersembunyi dalam nota diplomatik tersebut.
5 Catatan Kritis Arab Saudi untuk Indonesia soal Haji 2025
1. Jumlah Jemaah Lansia dan Risiko Tinggi Dianggap Terlalu Banyak
Dalam nota diplomatik tertanggal 16 Juni 2025, pihak Arab Saudi menyoroti proporsi jemaah haji asal Indonesia yang tergolong lansia dan memiliki risiko kesehatan tinggi.
Kekhawatiran ini muncul karena angka kematian jemaah meningkat dibanding tahun sebelumnya. Meski telah ada pembahasan awal oleh Kemenag, realisasi di lapangan belum sepenuhnya ideal.
2. Banyaknya Ibadah Sunnah yang Dipaksakan ke Jemaah Rentan