SketsaNusantara.id - Konflik Timur Tengah kian memanas setelah Amerika Serikat (AS) ikut turun tangan menyerang 3 situs nuklir di Iran.
Donald Trump menyebut serangan ini sebagai peringatan tegas terhadap ketegangan berkepanjangan antara Iran dengan Israel yang tak kunjung reda sejak 13 Juni 2025.
Media asing ramai menyoroti eskalasi perang di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran akan berpotensi terjadinya Perang Dunia III.
Menariknya, dalam skenario terburuk yang digambarkan sejumlah analis dan media internasional, Indonesia disebut sebagai salah satu negara teraman di dunia jika Perang Dunia III benar-benar terjadi. Apa alasannya?
Konflik Timur Tengah bermula ketika Israel melancarkan Operation Rising Lion dan menyerang beberapa fasilitas nuklir dan militer Iran, termasuk Natanz, Isfahan, hingga Fordow yang menewaskan 11 petinggi dan 7 ilmuwan nuklir Iran.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan operasi True Promise III, menyerang Tel Aviv dengan ratusan rudal balistik dan drone, menewaskan 24 orang dan melukai ratusan lainnya.
Selama tanggal 14-17 Juni 2025 eskalasi konflik terus meningkat. Israel memperluas serangan ke infrastruktur energi Iran, sementara Iran membalas dengan menyerang kota-kota besar Israel yang menyebabkan krisis energi dan korban jiwa terus bertambah.
Ketegangan mencapai puncak ketika Amerika Serikat (AS) turun tangan membela Israel. Pada hari Minggu, 22 Juni 2025, militer AS melancarkan serangan udara ke tiga fasilitas nuklir Iran dengan bom "bunker buster".
Presiden AS, Donald Trump menyebut serangan ini sebagai langkah untuk "menghentikan ancaman nuklir Iran". Trump menyerukan perdamaian, sementara pihak Iran menyebut serangan AS ini memicu "perang terbuka" yang menimbulkan "konsekuensi abadi".
Media asing, seperti The New York Times hingga Al Jazeera, menyoroti keterlibatan AS sebagai eskalasi berbahaya yang dapat memicu Perang Dunia III.
Ekskalasi perang di Timur Tengah memunculkan skenario yang berpotensi terjadi jika konflik berkepanjangan antara Iran-Israel memicu invasi total dan melibatkan negara lain seperti Rusia, Korea Utara, Tiongkok dan negara-negara NATO di Eropa.