Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menyebut serangan AS sebagai "eskalasi berbahaya" dan memperingatkan risiko konflik yang lepas kendali dengan dampak buruk bagi warga sipil di seluruh dunia.
"Saya menyerukan kepada Negara-negara Anggota untuk melakukan de-eskalasi dan menjunjung tinggi kewajiban mereka di bawah Piagam PBB dan aturan hukum internasional lainnya," kata Guterres dalam pernyataann yang diunggah di situs resmi PBB.
"Pada momen berbahaya seperti ini, sangat penting untuk menghindari segala bentuk kekacauan. Tidak ada solusi militer dan satu-satunya langkah yang bisa diambil adalah jalan diplomasi. Satu-satunya harapan adalah perdamaian." tandasnya.
Paus Leo juga menyayangkan terjadinya eskalasi konflik di Timur Tengah dengan adanya serangan AS ke Iran yang makin membuat kondisi makin runyam.
"Setiap anggota komunitas internasional punya tanggung jawab moral untuk menghentikan tragedi perang ini. Kemanusiaan kita menjerit menyerukan perdamaian," ucap Paus Leo XIV yang menyerukan semua perang di dunia segera diakhiri.
5. WNI Dievakuasi Imbas Konflik di Timur Tengah
Konflik ini telah memicu kekhawatiran global akan perang yang lebih luas, bahkan potensi terjadinya Perang Dunia III yang menjadi bencana kemanusiaan terbesar di Bumi.
Kondisi di Iran sendiri dilaporkan berada dalam kondisi ketegangan yang memuncak dengan sejumlah infrastruktur rusak, pemadaman listrik akibat perang hingga memicu gelombang pengungsian.
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN RB) menyatakan bahwa puluhan WNI yang ada di negara konflik juga mulai dievakulasi sejak 18 Juni 2025 dan dipulangkan ke Indonesia imbas konflik Iran-Israel.
Dengan ketegangan yang belum mereda, dunia harap-harap cemas menanti langkah negara-negara yang terlibat konflik dengan mengambil jalan diplomasi untuk mencegah bencana kemanusiaan yang lebih besar.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini