news

5 Fakta di Balik Eskalasi Konflik di Timur Tengah: AS Bela Israel Serang Situs Nuklir Iran, Ultimatum Donald Trump Picu Kekhawatiran Perang Dunia III

Senin, 23 Juni 2025 | 07:30 WIB
Potret Donald Trump bikin perang Iran dengan Israel memanas usai luncurkan serangan ke situs nuklir di Fordow (Instagram/realdonaldtrump)

SketsaNusantara.id - Konflik di Timur Tengah kian memanas setelah Amerika Serikat ikut turun tangan membela Israel di tengah eksalasi perang dengan Iran.

Pada hari Minggu, 22 Juni 2025, Presiden AS, Donald Trump melalui akun media sosial X mengklaim bahwa militer AS telah melancarkan serangan terhadap 3 lokasi nuklir di Iran.

Dalam keteangannya, Donald Trump menyerukan perdamaian dan serangannya ke Iran jadi ultimatum keras jika serangan ke Israel masih terus dilakukan.

Postingan Donald Trump memicu kekhawatiran dan berpotensi terjadinya Perang Dunia III. Publik menilai campur tangan AS akan menimbulkan dampak terkait kebocoran radiasi nuklir dan memicu negara lain seperti Rusia, Tiongkok hingga Korea Utara ikut terlibat dalam perang terbuka.

Baca Juga: Breaking News! Trump Klaim AS Bom 3 Situs Nuklir Iran Termasuk Fordow, Benarkah Perang Melawan Zionis Israel Berakhir?

Berikut rangkuman sederet fakta di balik eskalasi perang Iran dan Israel setelah AS ikut terlibat yang memicu kekhawatiran global dan menuai kecaman keras dari PBB.

1. Kronologi Terjadi Konflik antara Iran dan Israel

Dilansir SketsaNusantara.id dari situs Al Jazeera, konflik antara Israel dan Iran yang dimulai pada hari Jumat, 13 Juni 2025.

Perang ini dipicu oleh operasi militer Israel bertajuk "Operation Rising Lion" yang menargetkan fasilitas nuklir dan militer strategis Iran, termasuk Natanz, Isfahan, dan Fordow.

Israel mengklaim serangan ini sebagai "tindakan pencegahan" untuk menghentikan program pembuatan bom nuklir Iran yang dianggap mengancam eksistensi mereka.

Namun, tak ada bukti untuk klaim ini dan serangan Israel direncanakan dengan cermat dalam jangka waktu yang lama.

Baca Juga: Menlu Abbas Araghchi Kecam Serangan ke 3 Fasilitas Nuklir Iran, Sebut Amerika Serikat Langgar Piagam PBB

"Serangan pencegahan harus mengandung unsur pembelaan diri, yang pada gilirannya, disebabkan oleh keadaan darurat. Keadaan darurat seperti itu tampaknya tidak pernah terjadi di Israel," tulis Al Jazeera.

Serangan tersebut menewaskan 11 petinggi Iran dan setidaknya ada 7 ilmuwan nuklir serta komandan senior Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), termasuk Hossein Salami dan Fereydoon Abbasi.

Halaman:

Tags

Terkini