Tapi Labuna tak hanya bicara soal angka. Misinya tetap kuat: memberdayakan petani rempah lokal agar ikut tumbuh.
Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi, menyebut Labuna sebagai contoh sukses ekonomi kerakyatan yang dibangun lewat sinergi. “Semakin banyak UMKM seperti Labuna yang go global, semakin kuat kontribusi sektor rakyat terhadap perekonomian nasional,” jelasnya.
Namun tantangan tetap ada, terutama soal ketersediaan bahan baku. Labuna berharap agar petani rempah juga diberi pelatihan dan dukungan agar bisa memenuhi lonjakan permintaan.
“Kalau hulu tak dibenahi, suplai bisa terganggu. Padahal pasar sedang terbuka lebar,” kata Libri.
Labuna adalah cermin perubahan. Dari pemuda desa, lada bubuk, hingga pameran dunia, ini bukan sekadar bisnis, tapi bukti bahwa rempah bisa jadi jembatan dari dapur Nusantara ke panggung global.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!