Tapi Labuna tak hanya bicara soal angka. Misinya tetap kuat: memberdayakan petani rempah lokal agar ikut tumbuh.
Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi, menyebut Labuna sebagai contoh sukses ekonomi kerakyatan yang dibangun lewat sinergi. “Semakin banyak UMKM seperti Labuna yang go global, semakin kuat kontribusi sektor rakyat terhadap perekonomian nasional,” jelasnya.
Namun tantangan tetap ada, terutama soal ketersediaan bahan baku. Labuna berharap agar petani rempah juga diberi pelatihan dan dukungan agar bisa memenuhi lonjakan permintaan.
“Kalau hulu tak dibenahi, suplai bisa terganggu. Padahal pasar sedang terbuka lebar,” kata Libri.
Labuna adalah cermin perubahan. Dari pemuda desa, lada bubuk, hingga pameran dunia, ini bukan sekadar bisnis, tapi bukti bahwa rempah bisa jadi jembatan dari dapur Nusantara ke panggung global.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Fokus pada Nasabah High Net Worth, BRI Hadirkan Sentra Layanan Prioritas di Cirebon sebagai Pusat Wealth Management Terintegrasi
BRI Cetak Rp89,9 Triliun dari Green Financing, Ini Strategi Besar Mereka Menuju Perbankan Berbasis ESG dan Ekonomi Hijau
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional, BRI Bagikan KUR Rp69,8 Triliun ke 8,29 Juta UMKM di Sektor Produksi
Kisah Ratna dan Baker’s Gram, UMKM Kue Rumahan yang Tumbuh Bersama BRI Menuju Pasar Internasional
BRI Fellowship Journalism 2025 Kirim 45 Jurnalis ke S2: Dari Ribuan Karya hingga 2.400 Berita Positif, Ini Wajah Baru Kolaborasi Media dan Perbankan