SketsaNusantara.id – Tak sekadar menyajikan makanan, kisah sukses UMKM di balik Program Makan Bergizi Gratis (MBG) justru menyuguhkan inspirasi tentang kolaborasi nyata antara pelaku usaha lokal dan lembaga keuangan nasional.
Salah satunya datang dari Wiwin Agustina, pemilik Catering Dapur Ibu yang berlokasi di Kecamatan Tanjung Raja, Ogan Ilir, Sumatera Selatan.
Wiwin, yang sudah menekuni bisnis katering sejak 2015, dipercaya sebagai salah satu dapur percontohan MBG oleh pemerintah sejak awal tahun 2025.
Ia dan timnya bertanggung jawab menyediakan 3.356 porsi makanan sehat setiap hari untuk siswa-siswi dari 14 sekolah, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA.
Namun, langkah besar tersebut tak datang tanpa tantangan. Ia harus segera meningkatkan kapasitas produksinya agar sesuai dengan standar higienitas dan kelayakan dari Badan Gizi Nasional. Mulai dari peralatan masak industri, sistem pengemasan makanan, hingga fasilitas sanitasi dapur, semuanya perlu disesuaikan.
“Awalnya, dapur kami hanya dapur rumahan biasa. Tapi karena program ini melibatkan ribuan anak, kami harus menyesuaikan segalanya, termasuk mencari dana tambahan,” ujar Wiwin.
Baca Juga: BRI Melesat Jadi Perusahaan Publik Teratas Indonesia, Ungguli 11 Raksasa Lain
Beruntung, sebagai nasabah setia BRI yang telah menjaga riwayat kredit secara disiplin, Wiwin bisa mendapatkan akses pembiayaan secara cepat.
Melalui dukungan modal dari BRI, ia mampu memperluas kapasitas operasional sekaligus menjaga kesinambungan produksi harian.
Dampak positif pun meluas. Kini, usaha Catering Dapur Ibu mempekerjakan sekitar 50 orang, mayoritas merupakan warga sekitar.
“Sebanyak 47 dari mereka khusus menangani program MBG. Kami saling memberdayakan, dari warga untuk warga,” jelasnya.
Baca Juga: BRI Dukung UMKM Lokal Tembus Pasar Global, BeeMa Honey Sukses Ekspor Madu Premium ke Singapura
Program ini nyatanya tidak hanya menyehatkan anak-anak sekolah, tapi juga turut menghidupkan ekonomi lokal.