Meskipun begitu ia menghargai kritik dari Cucun dan berkomitmen untuk memastikan semua prosesi dan dokumen resmi dirancang dalam bahasa Indonesia.
Terkait kejadian ini, publik pun ikut menyumbang suara dan terbagi menjadi kelompok pro kontra.
Di satu sisi publik mendukung bahwa menggunakan bahasa Indonesia di lingkup pendidikan adalah hal yang krusial, apalagi dalam pelantikan rektor.
Pada sisi lainnya, penilaian publik yang kontra karena merasa masalah penggunaan bahasa ini bukan lah hal genting dibandingkan masalah lainnya yang menyangkut kepentingan kesejahteraan rakyat.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini