SketsaNusantara.id - Aktivis Perempuan sekaligus pendampin korban Pemerkosaan Massal 1998, Ita Fatia diduga mendapatkan teror.
Kabar tersebut disampaikan Imam Zanatul Haeri, Kepala Bidang Advokasi Guru di Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G).
“Diteror,” cuit Imam lewat akunnya @zanatul_91 pada 16 Juni 2025.
Imam yang juga merupakan guru sejarah ini juga melampirkan tangkapan layar berita dari salah satu media nasional yang mengungkapkan kabar tersebut.
Dituliskan, Ita Fatia Nadia menerima sejumlah teror usai memprotes pernyataan Fadli Zon soal Pemerkosaan Massal 1998.
Ita dikabarkan mendapatkan teror melalui telepon sejak Jumat malam, tak lama setelah konferensi pers yang digelarnya bersama sejumlah aktivis Hak Asai Manusia dan Feminis Kamala Chandra Kirana.
Dalam konferensi pers yang digelar Jumat, 13 Juni 2025, Ita Fatia mengatakan pernyataan Menteri Kebudayaan Fadli Zon tentang Pemerkosaan Massal 1998 adalah rumor merupakan kebohongan.
Ita juga mengingatkan, dokumentasi hasil Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang dibentuk mendiang Presiden BJ Habibie mengungkapkan fakta adanya pemerkosaan massal dalam kerusuhan Mei 1998.
Tak hanya itu, Ita juga menambahkan, tragedi kelam tersebut juga tercatat dalam Buku Sejarah Nasional Indonesia Jilid VI.
Baca Juga: Fadli Zon dan Pemerkosaan Massal 1998: Menyangkal Fakta untuk Wajah Baru Sejarah Indonesia
Dalam konferensi persnya, Ita menuntut Fadli Zon meminta maaf kepada para korban pemerkosaan Mei 1998.