Pemerintah Provinsi Jatim juga mendukung kemandirian ekonomi warga melalui jalur kewirausahaan sosial. Salah satunya, dengan menyalurkan bantuan dalam skema Kewirausahaan Inklusif Produktif Jawa Timur Sejahtera (KIP JAWARA). Total anggaran mencapai Rp396 juta.
Baca Juga: Pemprov Jatim Sediakan Beasiswa Sebanyak 72.841 untuk Pelajar SMA/SMK Swasta di Jawa Timur
Khofifah juga menerangkan bahwa banuan tersebut terbagi atas tiga kategori penerima. Mulai KIP PPKS JAWARA, KIP EKS PPKS JAWARA, dan KIP KPM JAWARA. Total anggaran mencapai Rp396 juta.
Program KIP JAWARA ini itu bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan kemandirian ekonomi warga. Mulai kelompok miskin dan rentan hingga mendorong transisi penerima bantuan menjadi pelaku usaha mikro yang mandiri.
"Pemprov Jatim juga memberikan dukungan bagi para pilar sosial selama ini menjadi garda depan pelayanan social," terang Khofifah.
Baca Juga: Khawatir Siswa Salah Jurusan, Pemprov Jatim Pakai Talent DNA Berbasis AI
Bantuan itu berupa biaya operasional penunjang dan tali asih. Tercatat, ada sebanyak 197 orang yang menerima manfaat.
Mereka terdiri atas SDM PKH Plus, Pendamping Disabilitas, TKSK, dan TAGANA. Lalu, total anggaran mencapai Rp722,4 juta.
Melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Jawa Timur, selain menyalurkan bantuan sosial, Gubernur Jawa Timur Khofifah juga menyalurkan dana pemberdayaan masyarakat desa dengan total anggaran senilai Rp974,875 juta.
Khofifah menyatakan bahwa dana tersebut dialokasikan untuk tiga program strategis. Mulai penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa), program Desa Berdaya sebesar, dan program Jatim Puspa. Besaran anggaran untuk tiga program strategis itu mencapai Rp974,875 juta.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI