SketsaNusantara.id - Pemerintah Provinsi Jawa Timur meyakini bahwa tepat sasaran dalam pemilihan jurusan sesuai minat siswa merupakan kunci keberhasilan setiap peserta didik.
Sayangnya, peminatan ini seringkali dilakukan serampangan, sesuai kehendak guru dan wali murid, tanpa menilai potensi siswa dengan sungguh-sungguh.
Bekerja sama dengan ESQ Corp, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggunakan penilaian talent dengan menggunakan metode DNA sekaligus berbasis AI (Artificial Intelligence).
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berharap, potensi siswa dapat dimaksimalkan hingga ratusan kali lipat jika tepat sasaran.
Talent DNA pada program ini meliputi drive, network, dan action. Ketiga hal itu berbasis AI. Pihaknya berharap, pencarian bakat siswa dengan menggunakan metode bisa benar-benar berhasil menentukan jurusan mana yang pas pada setiap peserta didik.
Dengan begitu, setiap peserta didik dapat mengembangkan bakat dan minat belajar sesuai dengan passion mereka masing-masing.
Baca Juga: LTN PWNU Jatim: Mewaspadai Tantangan Penggunaan AI dengan Literasi Digital
"Siapapun yang bekerja tanpa disertai dengan dengan bakat dan kemampuan, kinerja mereka pasti tidak akan maksimal," papar Gubernur Jawa Timur Khofifah Parawansa.
Namun sebaliknya, jika seorang pelajar dapat belajar dengan bakat dan kemampuan mereka sesuai dengan jurusan yang pas, potensi mereka dapat dikembangkan secara maksimal dan terus berkembang dengan signifikan.
Seperti kita tahu, salah jurusan pada penjurusan tingkat SMA/SMK masih kerap terjadi. Penyesalan datang ketika lulus SMA/SMK. Tepatnya, saat melanjutkan ke perkuliahan.
Baca Juga: KPU dan Bawaslu Jatim Kembalikan Rp162,9 Miliar Sisa Anggaran Pilgub Jatim
"Ada yang ikut teman, ada yang dipaksa orang tua, ada juga yang bingung menentukan jurusan dan asal-asalan. Padahal, ini sangat penting untuk masa depan mereka," katanya.
Namun, para siswa SMA/SMK di Jawa Timur perlu bersabar. Sebab, program ini bakal dilakukan lebih dulu untuk kepala sekolah dan guru BK.
Artikel Terkait
Jangan Salah Paham, Gratis Ongkir Masih Aman! Komdigi Jelaskan Aturan Baru Diskon Ongkos Kirim
Geger Grup 'Fantasi Sedarah' di Facebook, Komdigi Temukan 30 Link Serupa dan Minta Meta Segera Take-down
Kalau Gaji Masih Rp5 Juta, Jangan Kaget Disebut Menkes: 'Enggak Sehat dan Enggak Pintar'
Harga Tiket Terjangkau, KA Pandanwangi Suguhkan Pemandangan Jalur Eksotis Menuju Wisata di Jember-Banyuwangi
Kesuksesan Desa BRILiaN di Lereng Gunung Merapi Sleman Kembangkan Pariwisata Alam dan Agrikultur
Ukir Prestasi, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember Berangkatkan 22 Duta Olimpiade Internasional ke Malaysia