news

Punya Keluarga Pecandu Judol? Wagub Jatim Emil: Segera Melapor ke RSJ Menur Surabaya

Minggu, 15 Juni 2025 | 14:27 WIB
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak menyoroti maraknya judi online di kalangan pelajar dan mahasiswa di Jatim. (Humas Pemprov Jatim)

SketsaNusantara.id - Praktek judol kian menjamur di berbagai kalangan. Di Jawa Timur, misalnya.

Mulai orang dewasa hingga pelajar, masih banyak yang mendewakan tindakan haram tersebut.

Bahkan, modalnya cukup mudah. Yakni, hanya berbekal gawai dan sambungan internet saja.  Siapapun dan di manapun bisa menjalankan judol yang tidak benar itu.

Baca Juga: Pemprov Jatim Siapkan Belasan Calon Sekolah Rakyat, Kementerian Kebut Pemenuhan Guru dan Murid

Oleh karena itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak menyoroti berbagai bentuk tindakan judol di Jawa Timur. Khususnya, di kalangan pelajar atau anak di bawah umur.

Wagub Jatim Emil menyampaikan bahwa fenomena judol sudah menyasar para pelajar dan mahasiswa. Oleh karena itu, hal itu perlu diantisipasi sedini mungkin.

Namun, pihaknya tidak tinggal diam. Wagub Emil mengajak seluruh pihak untuk, khususnya para orang tua, untuk memantau anak mereka masing-masing.

Baca Juga: Bangun Spillway di Kencong Jember, Pemprov Jatim Gelontorkan Anggaran Sebesar 15,6 Miliar

Sebab, Wagub Emil menilai bahwa pencegahan tersebut bisa masif dilakukan dengan bantuan para orang tua di rumah. Tepatnya, yang bisa mengawasi dan memberikan benteng secara langsung kepada anak-anak.

Lebih dari itu, Pemprov Jatim melalui Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur Surabaya telah menyediakan fasilitas endampingan agi ara pecandu judol.

"Pecandu judol bisa direhabilitasi," paparnya.

Baca Juga: Tekun Bangun Relasi! Bupati Jember Gus Fawait Datangkan Program dari Pemerintah Pusat dan Pemprov Jatim Hingga Tembus Rp1 Triliun

Emil menuturkan bahwa RSJ Menur Surabaya kini membuka layanan rehabilitasi an konseling khusus pecandu judi online. Layanan tersebut mencakup pendampingan psikolog, konseling intensif, dan penanganan medis jika dibutuhkan.

"Hal ini menunjukkan bahwa judol bukan sekadar masalah ekonomi. Namun, pecandu judol juga merupakan krisis Kesehatan mental dan sosial," tegas Emil.

Halaman:

Tags

Terkini