"Bangunan pelimpah ini akan berfungsi membagi air baik saat banjir atau tidak," imbuhnya.
Dengan demikian, aliran sungai bisa dikontrol guna mengairi lahan pertanian. Termasuk mengurangi potensi banjir hingga mengembalikan suplai air dan mencegah degradasi dasar sungai.
Pada proyek yang dibiayai APBD senilai Rp 15,6 Miliar itu bakal meliputi pengerjaan bendung pelimpah dari beton, pemasangan sistem beton modular, dan pintu penguras bendung berbahan fiberglass.
"Targetnya, pembangunan ini akan berlangsung selama 270 hari," tegasnya.
Baca Juga: Pemprov Jatim Sediakan Beasiswa Sebanyak 72.841 untuk Pelajar SMA/SMK Swasta di Jawa Timur
Jika segera rampung, diharapkan dapat memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini