Kamis, 4 Juni 2026

Bangun Spillway di Kencong Jember, Pemprov Jatim Gelontorkan Anggaran Sebesar 15,6 Miliar

Photo Author
M Purnomo, Sketsa Nusantara
- Rabu, 11 Juni 2025 | 19:28 WIB
Ekskavator saat mengeruk tanah yang akan dijadikan lokasi pembuatan spillway. (Dok. Humas Pemrov Jatim)
Ekskavator saat mengeruk tanah yang akan dijadikan lokasi pembuatan spillway. (Dok. Humas Pemrov Jatim)

SketsaNusantara.id - Pembangunan infrastruktur pengendalian banjir berupa bangunan pelimpah luapan air atau biasa disebut spillway mulai dikerjakan Pemprov Jawa Timur.

Bertempat di Sungai Tanggul, Kabupaten Jember, pada Rabu, 11 Juni 2025, pekerjaan tersebut dikebut oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air Jawa Timur.

Lokasi penggarapan itu tepatnya di Desa Paseban, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember. Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyatakan bahwa pembangunan tersebut bertujuan untuk mengatur aliran Sungai Tanggul yang terbagi menjadi dua aliran.

Baca Juga: Istimewa! Dengan Persiapan yang Matang, Tim Catur UNEJ Sabet Medali Emas di Pomprov Jatim 2025

"Yaitu ke Sungai Tanggul alur lama dan rute alternatif ke muara baru," ungkap Khofifah.

Khofifah menambahkan, pembagian dua liran itu nantinya dapat menjamin ketersediaan lahan pertanian seluas kurang lebih seribu hektare.

Selain itu, tujuan pembangunan adalah untuk mencegah teradinya intrusi air laut ke wilayah pertanian di bagian hilir.

Baca Juga: Tekun Bangun Relasi! Bupati Jember Gus Fawait Datangkan Program dari Pemerintah Pusat dan Pemprov Jatim Hingga Tembus Rp1 Triliun

Khofifah menegaskan bahwa pembangunan ini merupakan tindak lanjut atas banjir yang menggenangi Kencong 2019 silam.

Seperti kita tahu, pada 2019 silam, banjir menggenangi Kencong akibat perubahan arus Sungai Tanggul. Akibatnya, menggenangi rumah ratusan KK di tiga desa.

Selain itu, perubahan alur sungai memunculkan muara baru yang mengakibatkan para petani mengalami defisit air.

Baca Juga: Jatim Jadi Provinsi dengan Bank Sampah Terbanyak, Khofifah Ingin Wujudkan Hari Raya Idul Adha tanpa Sampah Plastik

"Hingga saat ini, warga masih menggunakan sumur bor untuk mencukupi kebutuhan air. Dan itu memakan banyak biaya," lanjutnya.

Diharapkan, pembangunan spillway mampu mengatasi persoalan defisit air para petani yang terjadi selama enam tahun belakangan.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X